Korban Tewas 'Ibu dari Semua Bom' Capai 94

Sabtu, 15 April 2017 - 23:59 WIB
Korban Tewas Ibu dari...
Korban Tewas 'Ibu dari Semua Bom' Capai 94
A A A
KABUL - Jumlah militan ISIS tewas dalam serangan dengan senjata terbesar non-nuklir yang pernah digunakan dalam pertempuran oleh militer Amerika Serikat (AS) telah meningkat menjadi 94. Demikian yang dikatakan oleh pejabat Afghanistan.

Ataullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi di Nangarhar, mengatakan jumlah kelompok tewas Negara Islam naik dari 36 yang dilaporkan sehari sebelumnya. Sebelumnya, sebuah Departemen Pertahanan resmi mengatakan pada hari Jumat bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat karena pejabat menilai situs bom di distrik Achin.

"Untungnya tidak ada laporan dari warga sipil yang tewas dalam serangan itu," kata Khogyani seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Sabtu (15/4/2017).

Khogyani mengatakan serangan AS pada sebuah kompleks terowongan di terpencil provinsi Nangarhar timur dekat perbatasan Pakistan menewaskan sedikitnya empat pemimpin kelompok ISIS. Ia mengatakan izin operasi untuk menilai situs serangan itu telah diperpanjang.

Serangan menggunakan bom Massive Ordnance Air Blast, atau MOAB, yang dikenal sebagai 'Ibu dari semua bom', dilakukan Kamis lalu terhadap kompleks terowongan ISIS. Kompleks tersebut berada di pegunungan yang telah berulang kali di serang oleh pasukan Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir selama pertempuran sengit di provinsi Nangarhar.

Pada hari Sabtu, mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam pemerintah Afghanistan dan AS atas serangan itu. Berbicara dalam sebuah pertemuan di Ibu Kota Kabul, Karzai mengatakan bahwa membiarkan AS melakukan pemboman adalah pengkhianatan nasional dan penghinaan terhadap Afghanistan.

Kantor Presiden saat Ashraf Ghani pada hari Jumat mengatakan bahwa ada koordinasi antara militer AS dan pemerintah Afghanistan pada operasi. Mereka pun telah berhati-hati untuk mencegah jatuhnya korban sipil.

AS memperkirakan 600-800 militan ISIS berada di Afghanistan, sebagian besar di Nangarhar. AS telah berkonsentrasi pada pertempuran terhadpa mereka sementara juga mendukung pasukan Afghanistan melawan Taliban. AS memiliki lebih dari 8.000 tentara di Afghanistan, melatih pasukan lokal dan melakukan operasi kontra-terorisme.
(ian)
Berita Terkait
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Bom Kembar Hantam Ibu...
Bom Kembar Hantam Ibu Kota Afghanistan
Taliban Sebut Kelompok...
Taliban Sebut Kelompok Afiliasi ISIS 'Sekte Palsu'
ISIS-K Klaim Serentetan...
ISIS-K Klaim Serentetan Serangan Terhadap Taliban di Jalalabad
Baku Tembak Taliban-ISIS...
Baku Tembak Taliban-ISIS Pecah di Kabul, 5 Tewas
Berita Terkini
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
26 menit yang lalu
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
42 menit yang lalu
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
59 menit yang lalu
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
1 jam yang lalu
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
1 jam yang lalu
Pendarahan Hebat, Wanita...
Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
2 jam yang lalu
Infografis
Dampak Mengerikan dari...
Dampak Mengerikan dari Serangan Bom Fosfor Putih Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved