Rouhani: Iran Tidak Butuh Izin Siapa Pun Bangun Rudal
Sabtu, 15 April 2017 - 23:37 WIB
Rouhani: Iran Tidak Butuh Izin Siapa Pun Bangun Rudal
A
A
A
TEHERAN - Iran tidak akan meminta izin kepada siapa pun untuk membangun kemampuan rudalnya. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam merespon upaya Amerika Serikat (AS) untuk menghambat kemajuan militer negara itu.
"Penguatan kemampuan angkatan bersenjata Iran hanya untuk membela negara dan kami tidak akan meminta izin pada seseorang untuk membangun kekuatan bersenjata, dan membangun rudal serta pesawat," kata Rouhani seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/4/2017).
Rouhani mengatakan Iran tidak pernah memiliki tujuan agresif. "Tetapi perdamaian tidak jalan satu arah dan jika kita memutuskan untuk bersikap tenang bagi pihak lain, mungkin tidak. Jadi ada kebutuhan untuk kewaspadaan," imbuhnya.
Sebuah RUU untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran atas peluncuran rudal balistik dan kegiatan non-nuklir lainnya telah tertunda di Senat AS. Hal itu dikarenakan kekhawatiran tentang pemilihan presiden.
Iran mengatakan tes rudal tidak tercakup dalam kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump telah mengkritik kesepakatan nuklir dan mengatakan selama kampanye pemilu ia akan menghentikan program rudal Iran. Setelah Iran melakukan uji tembak rudal balistik baru pada bulan Januari lalu, Trump berkicau jika Iran telah "bermain api".
Rouhani sendiri berharap bisa kembali menjadi presiden untuk periode keduanya. Ia membela diri dari serangan lawan-lawan politik terkait kesepakatan nuklir. Rouhani disebut terlalu bersemangat untuk menenangkan Barat, setelah setuju untuk mengekang program nuklir Iran dalam pertukaran untuk pencabutan sanksi,
"Penguatan kemampuan angkatan bersenjata Iran hanya untuk membela negara dan kami tidak akan meminta izin pada seseorang untuk membangun kekuatan bersenjata, dan membangun rudal serta pesawat," kata Rouhani seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/4/2017).
Rouhani mengatakan Iran tidak pernah memiliki tujuan agresif. "Tetapi perdamaian tidak jalan satu arah dan jika kita memutuskan untuk bersikap tenang bagi pihak lain, mungkin tidak. Jadi ada kebutuhan untuk kewaspadaan," imbuhnya.
Sebuah RUU untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran atas peluncuran rudal balistik dan kegiatan non-nuklir lainnya telah tertunda di Senat AS. Hal itu dikarenakan kekhawatiran tentang pemilihan presiden.
Iran mengatakan tes rudal tidak tercakup dalam kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump telah mengkritik kesepakatan nuklir dan mengatakan selama kampanye pemilu ia akan menghentikan program rudal Iran. Setelah Iran melakukan uji tembak rudal balistik baru pada bulan Januari lalu, Trump berkicau jika Iran telah "bermain api".
Rouhani sendiri berharap bisa kembali menjadi presiden untuk periode keduanya. Ia membela diri dari serangan lawan-lawan politik terkait kesepakatan nuklir. Rouhani disebut terlalu bersemangat untuk menenangkan Barat, setelah setuju untuk mengekang program nuklir Iran dalam pertukaran untuk pencabutan sanksi,
(ian)