Ini Alasan Rusia Veto Resolusi Investigasi Serangan Senjata Kimia Suriah
Kamis, 13 April 2017 - 17:52 WIB
Ini Alasan Rusia Veto Resolusi Investigasi Serangan Senjata Kimia Suriah
A
A
A
NEW YORK - Perwakilan Rusia untuk PBB mengungkapkan alasan mengapa mereka kembali memveto resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. Sebelumnya, Rusia telah memveto resolusi yang diajukan Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) yang berisi seruan untuk melakukan penyelidikan terhadap serangan senjata kimia di Suriah.
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov menyatakan, salah satu alasan pihaknya memveto resolusi itu adalah resolusi itu sudah menyalahkan satu pihak, dalam hal ini pemerintah Suriah, bahkan sebelum investigasi tersebut dimulai.
“Keberatan utama untuk resolusi adalah hal itu menyalahkan sebelum penyelidikan mengenai insiden itu dilakukan. Hasil dari pemungutan suara itu ditakdirkan, karena kita tidak setuju dengan dokumen yang secara fundamental salah paham,” kata Safronkov.
"Negara dan organisasi internasional tidak melakukan upaya apapun untuk datang ke lokasi kejadian, dan melakukan penyelidikan dengan adanya resolusi ini," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (13/4).
Dia menambahkan, menerima resolus ini sama saja dengan membenarkan serangan udara yang dilakukan oleh AS terhadap pangkalan udara Shayrat di Suriah utara. Dimana, Washington mengklaim pangkalan itu adalah tempat pesawat yang membawa senjata kimia untuk menyerang Idlib lepas landas.
Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft mengatakan, veto Rusia adalah sesuatu yang tidak dapat dipertahankan, dan mengingatkan janji Moskow untuk membersihkan Suriah dari senjata kimia, menyusul serangan yang dituduhkan pada tahun 2013.
Sementara itu, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, Moskow mengambil tanggung jawab karena telah untuk menghalangi upaya untuk mengakhiri krisis Suriah.
Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov menyatakan, salah satu alasan pihaknya memveto resolusi itu adalah resolusi itu sudah menyalahkan satu pihak, dalam hal ini pemerintah Suriah, bahkan sebelum investigasi tersebut dimulai.
“Keberatan utama untuk resolusi adalah hal itu menyalahkan sebelum penyelidikan mengenai insiden itu dilakukan. Hasil dari pemungutan suara itu ditakdirkan, karena kita tidak setuju dengan dokumen yang secara fundamental salah paham,” kata Safronkov.
"Negara dan organisasi internasional tidak melakukan upaya apapun untuk datang ke lokasi kejadian, dan melakukan penyelidikan dengan adanya resolusi ini," sambungnya, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (13/4).
Dia menambahkan, menerima resolus ini sama saja dengan membenarkan serangan udara yang dilakukan oleh AS terhadap pangkalan udara Shayrat di Suriah utara. Dimana, Washington mengklaim pangkalan itu adalah tempat pesawat yang membawa senjata kimia untuk menyerang Idlib lepas landas.
Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft mengatakan, veto Rusia adalah sesuatu yang tidak dapat dipertahankan, dan mengingatkan janji Moskow untuk membersihkan Suriah dari senjata kimia, menyusul serangan yang dituduhkan pada tahun 2013.
Sementara itu, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan, Moskow mengambil tanggung jawab karena telah untuk menghalangi upaya untuk mengakhiri krisis Suriah.
(esn)