Terus Diprovokasi, Korut Ancam Serang AS Pakai Nuklir
Rabu, 12 April 2017 - 09:40 WIB
Terus Diprovokasi, Korut Ancam Serang AS Pakai Nuklir
A
A
A
PYONGYANG - Media pemerintah Korea Utara (Korut) memperingatkan serangan nuklir kepada Amerika Serikat (AS) jika melihat tanda-tanda agresi. Hal itu merujuk pada keberadaan kelompok kapal perang AS bergerak menuju Pasifik Barat, kekuatan yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai armada.
"Tentara revolusioner kami yang kuat sagat tajam mengawasi setiap gerakan oleh unsur-unsur musuh dengan mata nuklir kami terfokus pada basis invasionary AS yang berada tidak hanya di Korea Selatan (Korsel) dan markas operasi Pasifik tetapi juga di daratan AS," kata surat kabar Rodong Sinmun seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/4/2017).
Ketegangan telah meningkat di Semenanjung Korea di tengah kekhawatiran Korut bakal segera melakukan uji coba nuklir keenam. Eskalasi meningkat setelah Washington mengatakan mengalihkan kelompok kapal induk Carl Vinson menuju wilayah itu dalam rangka unjuk kekuatan.
Baca juga:
Unjuk Kekuatan, Armada Kapal Perang AS ke Semenanjung Korea
Kelompok kapal perang yang menuju Korut termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson, dua kapal perusak dan kapal penjelajah. Kelompok kapal perang itu umumnya disertai dengan kapal selam, meskipun Pentagon biasanya tidak mempublikasikan hal ini.
"Kami mengirimkan armada. Sangat kuat. Kami memiliki kapal selam. Sangat kuat. Jauh lebih kuat daripada kapal induk. Itu yang saya dapat beritahukan kepada Anda," kata Trump kepada Fox Business Network.
Mengacu kepada pemimpin Korut Kim Jong-un, Trump mengatakan: “Dia melakukan hal yang salah” Ketika ditanya apakah ia berpikir Jong-un sehat secara mental, Trump menjawab: “Saya tidak tahu. Saya tidak kenal dia.”
Trump, yang telah mendesak Cina untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan sekutu dan tetangganya yang miskin, kata dalam tweet bahwa Korea Utara "mencari masalah" dan Amerika Serikat akan "memecahkan masalah" dengan atau tanpa bantuan Beijing.
Korut sendiri sebelumnya mengatakan siap untuk menanggapi setiap agresi AS.
Baca juga:
Didekati Kapal Induk AS, Korut Nyatakan Siap Perang
Terlepas dari retorika militer, pejabat AS sebelumnya telah menekankan bahwa sanksi kuat tentu saja diberikan oleh AS untuk menekan Korut menanggalkan program nuklirnya. Pada saat yang sama, Washington telah mengatakan semua pilihan, termasuk opsi militer, telah berada di atas meja dan serangan AS ke Suriah pada pekan lalu adalah peringatan bagi Pyongyang
"Tentara revolusioner kami yang kuat sagat tajam mengawasi setiap gerakan oleh unsur-unsur musuh dengan mata nuklir kami terfokus pada basis invasionary AS yang berada tidak hanya di Korea Selatan (Korsel) dan markas operasi Pasifik tetapi juga di daratan AS," kata surat kabar Rodong Sinmun seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/4/2017).
Ketegangan telah meningkat di Semenanjung Korea di tengah kekhawatiran Korut bakal segera melakukan uji coba nuklir keenam. Eskalasi meningkat setelah Washington mengatakan mengalihkan kelompok kapal induk Carl Vinson menuju wilayah itu dalam rangka unjuk kekuatan.
Baca juga:
Unjuk Kekuatan, Armada Kapal Perang AS ke Semenanjung Korea
Kelompok kapal perang yang menuju Korut termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson, dua kapal perusak dan kapal penjelajah. Kelompok kapal perang itu umumnya disertai dengan kapal selam, meskipun Pentagon biasanya tidak mempublikasikan hal ini.
"Kami mengirimkan armada. Sangat kuat. Kami memiliki kapal selam. Sangat kuat. Jauh lebih kuat daripada kapal induk. Itu yang saya dapat beritahukan kepada Anda," kata Trump kepada Fox Business Network.
Mengacu kepada pemimpin Korut Kim Jong-un, Trump mengatakan: “Dia melakukan hal yang salah” Ketika ditanya apakah ia berpikir Jong-un sehat secara mental, Trump menjawab: “Saya tidak tahu. Saya tidak kenal dia.”
Trump, yang telah mendesak Cina untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan sekutu dan tetangganya yang miskin, kata dalam tweet bahwa Korea Utara "mencari masalah" dan Amerika Serikat akan "memecahkan masalah" dengan atau tanpa bantuan Beijing.
Korut sendiri sebelumnya mengatakan siap untuk menanggapi setiap agresi AS.
Baca juga:
Didekati Kapal Induk AS, Korut Nyatakan Siap Perang
Terlepas dari retorika militer, pejabat AS sebelumnya telah menekankan bahwa sanksi kuat tentu saja diberikan oleh AS untuk menekan Korut menanggalkan program nuklirnya. Pada saat yang sama, Washington telah mengatakan semua pilihan, termasuk opsi militer, telah berada di atas meja dan serangan AS ke Suriah pada pekan lalu adalah peringatan bagi Pyongyang
(ian)