AS Hendak Serang Korut, Rusia Waswas
Selasa, 11 April 2017 - 20:17 WIB
AS Hendak Serang Korut, Rusia Waswas
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengaku cemas dengan berita terbaru yang datang dari Amerika Serikat (AS) terkait dengan Korea Utara (Korut). Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan penasihat militernya untuk mempersiapkan opsi rencana serangan terhadap Korut.
Kementerian luar negeri Rusia, dalam sebuah pernyataan menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Moskow mengatakan, mereka prihatin akan banyak aspek dari kebijakan luar negeri AS, termasuk di Libya, Yaman dan Suriah. Tapi, hal yang paling membuat mereka cemas adalah langkah lebih lanjut yang diambil AS terhadap Korut.
"Kami benar-benar khawatir tentang apa yang Washington pikiran tentang Korut, setelah mereka mengisyaratkan kemungkinan skenario militer sepihak," kata Kemlu Rusia dalam pernyatannya.
"Sangat penting untuk memahami bagaimana langkah itu akan cocok dengan kewajiban kolektif de-nukliriasasi semenanjung Korea, sesuatu yang didukung dalam resolusi Dewan Keamanan PBB," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (11/4).
Sebelumnya diwartakan, Salah satu penasihat militer Trump, Letnan Jenderal H.R. McMaster menuturkan, Trump telah memerintahkan penasihat militer untuk menyiapkan rencana soal Korut. Dia menyebut salah satu opsi yang kemungkinan diambil militer AS adalah mengombinasikan aksi penggerebekan pasukan khusus dan serangan rudal pre-emptive.
Namun, McMaster mengatakan, pihaknya memiliki masalah dalam membuat rencana itu. Salah satu masalahnya adalah jaringan terowongan yang rumit di bawah ibu kota Korut, Pyongyang.
Kementerian luar negeri Rusia, dalam sebuah pernyataan menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Moskow mengatakan, mereka prihatin akan banyak aspek dari kebijakan luar negeri AS, termasuk di Libya, Yaman dan Suriah. Tapi, hal yang paling membuat mereka cemas adalah langkah lebih lanjut yang diambil AS terhadap Korut.
"Kami benar-benar khawatir tentang apa yang Washington pikiran tentang Korut, setelah mereka mengisyaratkan kemungkinan skenario militer sepihak," kata Kemlu Rusia dalam pernyatannya.
"Sangat penting untuk memahami bagaimana langkah itu akan cocok dengan kewajiban kolektif de-nukliriasasi semenanjung Korea, sesuatu yang didukung dalam resolusi Dewan Keamanan PBB," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (11/4).
Sebelumnya diwartakan, Salah satu penasihat militer Trump, Letnan Jenderal H.R. McMaster menuturkan, Trump telah memerintahkan penasihat militer untuk menyiapkan rencana soal Korut. Dia menyebut salah satu opsi yang kemungkinan diambil militer AS adalah mengombinasikan aksi penggerebekan pasukan khusus dan serangan rudal pre-emptive.
Namun, McMaster mengatakan, pihaknya memiliki masalah dalam membuat rencana itu. Salah satu masalahnya adalah jaringan terowongan yang rumit di bawah ibu kota Korut, Pyongyang.
(esn)