Erdogan-Putin Bahas Serangan Senjata Kimia di Suriah
Selasa, 04 April 2017 - 19:33 WIB
Erdogan-Putin Bahas Serangan Senjata Kimia di Suriah
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan terlibat dalam pembicaran melalui sambungan telepon guna membahas situsasi terbaru di Suriah. Keduanya diketahui membahas mengenai serangan dengan senjata kimia yang terjadi di Idlib.
Menurut seorang sumber di lingkaran Erdogan, dalam perbincangan tersebut Erdogan menegaskan, serangan dengan menggunakan senjata kimia adalah pelanggaran keras terhadap hukum internasional. Dan, hal itu adalah sesuatu yang tidak manusiwi.
"Presiden Erdogan menyentuh pada penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di Idlib. Presiden Erdogan mengatakan, serangan tersebut tidak manusiawi dan tidak dapat diterima," kata sumber tersebut.
"Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata yang sedang berlangsung di Suriah," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (4/4).
Sebelumnya diwartakan, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sebuah serangan udara terjadi Idlib pada selasa pagi. Serangan itu menyebabkan banyak orang tersedak atau pingsan dan beberapa mengeluarkan busa dari mulut mereka.
Pada awalnya disebutkan sekitar 18 orang tewas dalam serangan tersebut. Namun, tidak lama kemudian dilaporkan jumlah korban jiwa mencapai angka 58 orang.
Menurut seorang sumber di lingkaran Erdogan, dalam perbincangan tersebut Erdogan menegaskan, serangan dengan menggunakan senjata kimia adalah pelanggaran keras terhadap hukum internasional. Dan, hal itu adalah sesuatu yang tidak manusiwi.
"Presiden Erdogan menyentuh pada penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di Idlib. Presiden Erdogan mengatakan, serangan tersebut tidak manusiawi dan tidak dapat diterima," kata sumber tersebut.
"Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata yang sedang berlangsung di Suriah," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (4/4).
Sebelumnya diwartakan, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sebuah serangan udara terjadi Idlib pada selasa pagi. Serangan itu menyebabkan banyak orang tersedak atau pingsan dan beberapa mengeluarkan busa dari mulut mereka.
Pada awalnya disebutkan sekitar 18 orang tewas dalam serangan tersebut. Namun, tidak lama kemudian dilaporkan jumlah korban jiwa mencapai angka 58 orang.
(esn)