Putin Diduga Jadi Target Bom St Petersburg

Selasa, 04 April 2017 - 15:37 WIB
Putin Diduga Jadi Target...
Putin Diduga Jadi Target Bom St Petersburg
A A A
ST PETERSBURG - Presiden Rusia Vladmir Putin diduga jadi target serangan bom di St Petersburg yang menewaskan 11 orang dan melukai sekitar 50 orang lainnya. Dugaan ini muncul karena Putin sedang berada di St Petersburg saat ledakan terjadi.

Ledakan bom di kereta bawah tanah di stasiun metro Tekhnologichesky Institut pada Senin sore.

Pria Rusia 22 tahun kelahiran Kyrgyztan diduga kuat sebagai pelaku bom bunuh diri di kereta bawah tanah. Dampak ledakan itu mengerikan, di mana gerbong kereta berlubang, sementara sejumlah mayat korban tergeletak di sekitar lokasi ledakan.

Ketua Komite Pertahanan Majelis Tinggi Rusia Viktor Ozerov mengatakan, kemungkinan Presiden Putin menjadi target serangan bom tidak bisa dikesampingkan. Menurutnya, saat ledakan terjadi Putin berada di forum media.

“Pemilihan tempat dan waktu ledakan ini tidak disengaja, Presiden Rusia di (Saint Petersburg), sebuah forum media berlangsung di sana, ada banyak wartawan,” katanya, seperti dikutip Sputnik, Selasa (4/4/2017).

Di masa lalu, Rusia telah menjadi target sejumlah serangan bom, yang rata-rata terjadi di moda transportasi umum. Sebagian besar pelakunya adalah para gerilyawan asal wilayah Kaukasus Utara Rusia.

Namun, para ahli keamanan menyatakan intervensi militer Rusia di Suriah telah membuat Rusia menjadi target potensial untuk serangan, terutama dari loyalis kelompok Islamic State atau ISIS.

Sementara itu, Presiden Putin belum berani menyimpulkan penyebab ledakan di kereta bawah tanah. ”Penyebab tidak jelas, sehingga terlalu dini untuk berbicara tentang ini. Penyelidikan akan mengungkapkannya,” kata Putin.

”Namun, jelas kami selalu mempertimbangkan semua opsi, termasuk manifestasi dari sifat (serangan) teroris,” ujar Putin.

Sebaliknya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev melalui halaman Facebook-nya menyatakan serangan bom di kereta bawah tanah di St Petersburg merupakan serangan teroris.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
49 menit yang lalu
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
3 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
6 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
7 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
8 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved