Komite Intelijen AS Kantongi Bukti Penyadapan Trump

Jum'at, 31 Maret 2017 - 01:55 WIB
Komite Intelijen AS...
Komite Intelijen AS Kantongi Bukti Penyadapan Trump
A A A
WASHINGTON - Ketua Komite Intelijen Parlemen Amerika Serikat (AS), David Nunes, telah mengantongi bukti penyadapan terhadap Presiden Donald Trump selama masa kampanye lalu. Bukti tersebut didapatkan dari sumber whistleblower, seperti dikatakan oleh Ketua Parlemen Paul Ryan.

Ryan menyatakan ia menyarankan Nunes untuk menambahkan fakta baru yang ditemukan terkait penyadapan Trump Tower pada penyelidikan dugaan adanya campur tangan Rusia pada pemilu presiden lalu.

"Dia (Nunes) telah mengatakan kepada saya bahwa seorang whistleblower telah memberinya beberapa informasi baru, yang telah berbicara dengan pemerintahan sebelumnya dan bagian dari penyelidikan ini," ungkap Ryan seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (31/3/2017).

Pada tanggal 22 Maret, Nunes mengatakan kepada wartawan bahwa informasi tentang tim Trump yang dikumpulkan selama masa transisi. Menyusul pengumuman itu, Komite Intelijen mengunjungi Gedung Putih dan memberikan pengarahan kepada presiden AS terkait temuan itu.

Belakangan, Nunes memberikan penjelasan singkat kepada pers dan Presiden Donald Trump mengenai informasi intelijen terbaru sebelum memberitahu kepada Demokrat di Komite Intelijen.

Tindakan ini memicu kritik langsung dari anggota panel, yang belum diberitahu terlebih dahulu mengenai dokumen-dokumen tambahan yang terkait dengan klaim penyadapan Trump. Pada hari Selasa, beberapa anggota terkemuka Partai Demokrat menyerukan Nunes mengundurkan diri dari penyelidikan dugaan gangguan pemilu oleh Rusia.

Pada tanggal 4 Maret, Trump melalui akun Twitternya menuduh Obama menyadap Trump Tower sebelum pemilihan presiden 2016. Trump menyebut aksi Obama ini sebagai tindakan yang rendah dan membandingkannya dengan pengawasan untuk McCarthyisme dan skandal Watergate. Tudingan ini pun ditolak oleh perwakilan Obama.

Komite Intelijen DPR AS dan Senat telah menemukan bukti kredibel untuk mendukung klaim Trump.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
43 menit yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
1 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
2 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
3 jam yang lalu
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
4 jam yang lalu
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved