Perundingan Pelarangan Senjata Nuklir: Indonesia Dukung, Australia Boikot

Minggu, 26 Maret 2017 - 00:14 WIB
Perundingan Pelarangan...
Perundingan Pelarangan Senjata Nuklir: Indonesia Dukung, Australia Boikot
A A A
NEW YORK - Perundingan untuk membahas pelarangan senjata nuklir akan digelar di New York, hari Senin (27/3/2017) besok. Indonesia mendukung penuh, sedangkan Australia jadi satu-satunya negara di kawasan yang memilih untuk memboikot perundingan.

Perundingan ini diperkirakan akan melibatkan hingga 120 negara. Selain Indonesia, Thailand, Selandia Baru, dan Papua Nugini menjadi negara-negara yang menonjol yang sepakat untuk melarang senjata nuklir.

Keputusan Australia untuk memboikot perundingan untuk melarang senjata nuklir ini muncul meski kekhawatiran sedang tumbuh terkait sepak terjang Korea Utara (Korut) yang melengkapi rudal-rudalnya dengan hulu ledak nuklir. Ambisi Korut untuk jadi negara nuklir ini telah memicu kekhawatiran pengamanan nuklir di bawah hukum internasional.

Munculnya negosiasi perjanjian baru untuk melarang senjata nuklir dunia ini tidak tiba-tiba, tapi diawali pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada bulan Desember lalu. Hasil pemungutan suara disepakati negosiasi akan digelar.

”Ini adalah kesempatan pertama kami dalam lebih dari 50 tahun,” kata Richard Tanter, ketua Kampanye Internasional untuk Memusnahkan Senjata Nuklir, seperti dikutip The Sydney Morning Herald.

Australia memilih memihak negara bersenjata nuklir—termasuk Amerika Serikat—dengan menentang perjanjian baru untuk pemusnahan senjata mengerikan itu. Meski demikian, Australia mengklaim punya komitmen membebaskan dunia dari senjata nuklir.

”Australia berkomitmen pada tujuan dunia yang bebas dari senjata nuklir, mengejar dengan cara yang efektif, yang ditentukan dan pragmatis,” kata Departemen Luar Negeri Australia melalui seorang juru bicara.

Menurut departemen itu, negosiasi pelarangan senjata nuklir tanpa partisipasi dari negara-negara yang memiliki senjata nuklir, tidak akan membantu mencapai tujuannya.

”Australia akan terus keras mendorong langkah-langkah praktis dan kemauan politik yang diperlukan untuk membawa tentang dunia tanpa senjata nuklir,” lanjut departemen tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
42 menit yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
1 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
2 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
3 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
4 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved