Akhir Bulan, Pemberontak Komunis Filipina Deklarasikan Gencatan Senjata

Sabtu, 25 Maret 2017 - 17:26 WIB
Akhir Bulan, Pemberontak...
Akhir Bulan, Pemberontak Komunis Filipina Deklarasikan Gencatan Senjata
A A A
MANILA - Partai Komunis Filipina (CPP) mengatakan unit bersenjatanya akan mendeklarasikan gencatan senjata sepihak paling lambat 31 Maret. Deklarasi itu dilakukan jelang dimulainya kembali pembicaraan damai dengan pemerintah Presiden Rodrigo Duterte bulan depan.

CPP, dengan sayap bersejata Tentara Rakyat baru, telah melakukan pemberontakan hampir lima dekade. Mereka mengharapkan pemerintah Filipina akan mendeklarasikan gencatan senjata sepihak yang sama.

"Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai selama pembicaraan pada 10-11 Maret," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (25/3/2017).

Dalam pernyataan itu, CPP mendesak juga Duterte untuk meminta militer agar menunda jalannya semua operasi militer ofensif, pemboman udara, dan kampanye penembakan terhadap masyarakat desa. Tindakan itu untuk membantu menciptakan suasana yang menguntungkan bagi gencatan senjata.

Untuk memberikan dorongan pembicaraan damai, CPP mengatakan juga mengharapkan pemerintah untuk membebaskan 19 tahanan politik yang tua dan sakit. Mereka juga meminta pembebasan atas lima konsultan sayap politiknya, Front Demokratik Nasional, yang ditahan.

CPP mengatakan Tentara Rakyat Baru telah membebaskan "tawanan perang" di kota Mati di provinsi selatan Davao Oriental. Pembebasan itu dilakukan untuk membangun kepercayaan, dan juga akan membebaskan empat tahanan lebih.

Para perunding dari kedua pihak sepakat pada tanggal 12 Maret untuk melanjutkan perundingan perdamaian resmi di Belanda dari 2-6 April. Perundingan ini satu bulan setelah Duterte marah dan membatalkan pembicaraan setelah pemberontak menyerang tentara setelah sebelumnya secara sepihak mengakhiri gencatan senjata.

Duterte sendiri mengatakan ia akan berkonsultasi dengan para pemimpin politik dan keamanan negara terkait apakah pemerintah melanjutkan gencatan senjata secara sepihak saat ini atau tidak.

"Saya harus berkonsultasi dengan Ketua Parlemen, saya harus berkonsultasi dengan Presiden Senat, saya harus mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional, dan saya harus bertanya para jenderal tentara dan polisi," katanya.

Konflik antara pemerintah dan komunis telah terjadi selama hampir lima dekade dan menewaskan lebih dari 40.000 orang.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
3 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
5 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
5 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
6 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
7 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
8 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved