Ketegangan di Laut China Selatan, Duterte Salahkan Obama

Jum'at, 24 Maret 2017 - 17:24 WIB
Ketegangan di Laut China...
Ketegangan di Laut China Selatan, Duterte Salahkan Obama
A A A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyalahkan pemerintah Amerika Serikat di masa lalu atas ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan. Duterte menyatakan pemerintah AS tidak aktif saat China mulai membangun pulau buatan di jalur perairan perdagangan itu.

"Mengapa AS tidak menegus China? Kenapa kau tidak mengirim lima kapal induk? Dan Anda harus menunggu untuk masalah ini matang untuk menjadikannya masalah internasional, saat ini, yang melibatkan banyak negara," kata Duterte

"Anda bisa memotong masalah dalam kuncupnya jika Anda telah mengambil tindakan tegasnya, merujuk pada cara mantan Presiden AS Barack Obama dan pemerintahannya menangani permasalahan Laut China Selatan seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (24/3/2017).

Pemimpin Filipina menekankan bahwa AS diwajibkan oleh perjanjian untuk melindungi negaranya. Tetapi hal itu tidak terjadi ketika China mulai mengambil alih bagian dari zona ekonomi eksklusif Manila.

"Mengapa, Amerika, satu-satunya yang dapat bertindak di sana, mengapa mereka menginginkan angkatan laut saya untuk pergi ke sana? Itu akan menjadi pembantaian. Kenapa kau tidak pergi, sebagai contoh, ke lokasi pekerjaan China, membangun struktur di sana?" kata Duterte dalam pidato yang emosional.

Duterte juga menuduh AS mengambil sikap provokatif dan memaksa Filipina untuk berbicara menentang China. Dia juga mengatakan patroli kebebasan navigasi AS di perairan yang disengketakan bisa memicu konflik.

"Anda pergi ke sana dengan berpura-pura menantang mereka? Satu tembakan soliter tunggal, bisa menyebabkan ledakan dan bisa menyebabkan perang dan itu akan menjadi pembantaian," tegas Duterte.

Pidato Duterte ini terjadi di tengah kekhawatiran atas dugaan rencana China untuk membangun beberapa stasiun pemantauan lingkungan di Laut Cina Selatan. Pembangunan itu termasuk di Scarborough Shoal, yang terletak 124 mil di lepas pantai Filipina.
(ian)
Berita Terkait
Sengketa Terumbu Karang,...
Sengketa Terumbu Karang, Filipina Panggil Duta Besar China
Bela Filipina, Militer...
Bela Filipina, Militer AS Janji Lawan Perilaku Agresif China
China Peringatkan Filipina:...
China Peringatkan Filipina: Jangan Bawa Serigala ke dalam Rumah!
Konsolidasi Hadapi China,...
Konsolidasi Hadapi China, Militer Filipina dan AS Gelar Latihan Perang Tahunan
Kapal China Tembakkan...
Kapal China Tembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina, AS Siap Pasang Badan
Kunjungi Filipina, AS...
Kunjungi Filipina, AS Gerak Cepat Lawan Klaim Wilayah China
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
9 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
57 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved