Pelapor Khusus PBB untuk Kesehatan Kunjungi Indonesia

Kamis, 23 Maret 2017 - 17:19 WIB
Pelapor Khusus PBB untuk...
Pelapor Khusus PBB untuk Kesehatan Kunjungi Indonesia
A A A
NEW YORK - Pelapor Khusus PBB tentang Kesehatan Dainius Puras bakal mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya. Puras akan mengunjungi Indonesia atara 22 Maret dan 3 April untuk menilai realisasi hak atas kesehatan di Indonesia.

Puras akan mengkaji aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan, serta faktor penentu kesehatan di negara seperti kemiskinan dan pengucilan sosial. Pelapor Khusus terutama akan memeriksa situasi kelompok rentan termasuk perempuan, penyandang cacat, masyarakat adat dan anak-anak seperti dikutip dari Asean Correspondent, Kamis (23/3/2017).

Harapan hidup rata-rata di Indonesia adalah 71 tahun, jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangganya macam Malaysia (77), Australia (84) dan Singapura (85). Merokok mengambil bagian terbesar terkait kesehatan bangsam dengan tingkat merokok pada anak-anak dikatakan di luar kendali.

"Saya akan sangat tertarik pada isu-isu tertentu selama kunjungan ini, terutama dalam kerangka Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan," katanya.

"Di antara isu-isu ini: cakupan kesehatan universal, kesehatan ibu dan kesehatan anak-anak, seksual dan reproduksi, kesehatan mental, HIV / AIDS dan narkoba atau zat ketergantungan," imbuhnya.

Puras akan mengunjungi provinsi miskin Papua, di mana tingkat pengidap AIDS 20 kali lebih tinggi dari rata-rata negara, tetapi sumber anonim mengatakan kepada Asian Correspondent "sayangnya pemerintah kita hanya memberinya izin untuk pergi ke sana selama 24 jam."

Pelapor Khusus juga akan memiliki dua hari yang didedikasikan untuk pertemuan dengan organisasi-organisasi masyarakat sipil Indonesia. Temuan awal dari kunjungan tersebut akan dirilis pada tanggal 3 April sebelum laporan lengkap disajikan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada pertengahan 2018.

Human Rights Working Group, sebuah koalisi LSM Indonesia, menyambut baik kunjungan tersebut. "Sudah pasti kesempatan besar bagi Indonesia untuk memiliki keterlibatan lebih konstruktif dengan SR PBB (Pelapor Khusus) pada kesehatan, serta untuk memenuhi kewajiban negara untuk menghormati dan melindungi hak atas kesehatan warganya," kata mereka.

Human Rights Watch merilis laporan tentang pengobatan kesehatan mental di Indonesia dengan judul Hidup di Neraka pada tahun lalu. Laporan tersebut mendokumentasikan perlakukan mengerikan terhadap penyandang cacar psikososial yang ditempatkan dalam kondisi penuh sesak dan tidak sehat. Stigma kuat terhadap penyakit mental muncul karena kurang mendalamnya layanan dukungan berbasis masyarakat.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia Tolak Tuduhan...
Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di Sidang Umum PBB
RI Kembali Didapuk Jadi...
RI Kembali Didapuk Jadi Presiden DK PBB
Terima Kunjungan Airlangga,...
Terima Kunjungan Airlangga, Sekjen PBB Dukung Presidensi G20 Indonesia
Sekjen PBB Puji Indonesia...
Sekjen PBB Puji Indonesia Redam Konflik di Myanmar
Terpilih Jadi Anggota...
Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Wujud Kepercayaan yang Diberikan bagi Indonesia
Peran Indonesia dalam...
Peran Indonesia dalam PBB, RI Penyumbang Pasukan PBB Terbesar ke-7 di Dunia
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
1 jam yang lalu
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
1 jam yang lalu
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
2 jam yang lalu
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
2 jam yang lalu
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved