Rusia: Bodoh Jika Berpikir Kami Ingin Campuri Urusan Negara Lain
Senin, 13 Maret 2017 - 18:22 WIB
Rusia: Bodoh Jika Berpikir Kami Ingin Campuri Urusan Negara Lain
A
A
A
LONDON - Duta Besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko menyatakan, adalah hal yang bodoh jika berpikir negaranya berusaha untuk mencampuri urusan negara lain. Ini merupakan respon atas pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson.
"Kedengarannya konyol Rusia bisa mempengaruhi urusan dalam negeri negara-negara Barat. Tentu saja, kami memiliki pandangan ke depan mengenai berbagai isu yang berhubungan dengan kepentingan publik," kata Yakovenko, seperti dilansir Russia Today pada Senin (13/3).
Dia kemudian secara terang-terangan mengkritik pernyataan yang dibuat oleh Johnson. Yakovenko menyatakan, kampanye anti-Rusia di Inggris harus berhenti dan bukti apa pun yang ada untuk mendukung tuduhan terhadap Rusia, itu harus diumumkan kepada publik.
Sementara itu, terkait hubungan antara Rusia dan Inggris, Yakovenko menyebut pihaknya tidak memerlukan hubungan yang mesra dengan Inggris. Satu hal yang penting, lanjut Yakovenko adalah hubungan yang saling menghormati.
"Rusia tidak memerlukan hubungan yang nyaman dengan Inggris, tapi hubungan yang berdasarkan saling menghormati dan kepentingan nasional. Retorika itu penting, tetapi tanpa agenda positif, hal itu akan berakhir dengan sendirinya," tukasnya.
"Kedengarannya konyol Rusia bisa mempengaruhi urusan dalam negeri negara-negara Barat. Tentu saja, kami memiliki pandangan ke depan mengenai berbagai isu yang berhubungan dengan kepentingan publik," kata Yakovenko, seperti dilansir Russia Today pada Senin (13/3).
Dia kemudian secara terang-terangan mengkritik pernyataan yang dibuat oleh Johnson. Yakovenko menyatakan, kampanye anti-Rusia di Inggris harus berhenti dan bukti apa pun yang ada untuk mendukung tuduhan terhadap Rusia, itu harus diumumkan kepada publik.
Sementara itu, terkait hubungan antara Rusia dan Inggris, Yakovenko menyebut pihaknya tidak memerlukan hubungan yang mesra dengan Inggris. Satu hal yang penting, lanjut Yakovenko adalah hubungan yang saling menghormati.
"Rusia tidak memerlukan hubungan yang nyaman dengan Inggris, tapi hubungan yang berdasarkan saling menghormati dan kepentingan nasional. Retorika itu penting, tetapi tanpa agenda positif, hal itu akan berakhir dengan sendirinya," tukasnya.
(esn)