CIA Tuding WikiLeaks Bantu Teror Meluas di AS

Jum'at, 10 Maret 2017 - 15:46 WIB
CIA Tuding WikiLeaks...
CIA Tuding WikiLeaks Bantu Teror Meluas di AS
A A A
WASHINGTON - Dirilisnya data rahasia terbaru oleh WikiLeaks dianggap Badan Intelijen Pusat (CIA) sebagai bagian menebar teror di Amerika Serikat. Data ini sangat membahayakan warga AS dan justru membantu musuh-musuh AS.

Belum lama ini WikiLeaks mengklaim telah merilis data penting dari peralatan peretas CIA. Juru bicara CIA Heather Fritz Horniak tidak mengonfirmasi keaslian data yang dirilis WikiLeaks yang bocor dari operasi peretasan oleh CIA tersebut.

"Publik AS seharusnya terganggu oleh semua pengungkapan WikiLeaks untuk merusak kemampuan komunitas intelijen melindungi Amerika dari para teroris dan teman-temannya," tegas Horniak, dikutip kantor berita AFP .

"Pengungkapan semacam itu tidak hanya merusak operasi dan personel AS, juga memberi alat dan informasi kepada musuh-musuh untuk melukai kita," sambungnya.

Horniak membela operasi cyber CIA yang dalam data WikiLeaks fokus pada meretas peralatan elektronik pribadi menggunakan beragam sistem malware. "Pekerjaan CIA ini inovatif, canggih, dan garis pertahanan pertama dalam melindungi negara ini dari musuhmusuh asing," tuturnya.

Pada Selasa (7/3/2017), WikiLeaks merilis hampir 9.000 dokumen yang menjadi bagian dari harta karun besar yang bocor dari CIA. Data itu menggambarkan publikasi materi intelijen rahasia dalam skala paling besar selama ini.

"Ini koleksi luar biasa, dengan jumlah lebih dari beberapa ratus juta baris kode, memberi pemiliknya seluruh kapasitas peretasan CIA," sebut WikiLeaks.

Dokumen itu menunjukkan para peretas CIA mampu mengubah televisi menjadi alat pendengar, meretas aplikasi enkripsi populer dan dapat mengontrol satu mobil. Sebagian besar pakar yakin material itu asli dan media AS menyatakan Biro Investigasi Federal (FBI) membuka penyelidikan kriminal atas kebocoran data tersebut. Sumber data itu masih belum jelas. Investigasi dapat fokus pada apakah CIA melakukan kecerobohan dalam kontrolnya atau ada pengkhianat dalam lembaga tersebut.

WikiLeaks menyatakan dokumen, peralatan peretas, dan kode itu berasal dari arsip yang telah beredar di antara para peretas pemerintah AS dan para kontraktor swasta. Investigasi dapat dilakukan saat CIA telah terjerat penyelidikan berbau politik terkait tuduhan intervensi Rusia dalam pemilu presiden AS tahun lalu. (Syarifudin)
(bbk)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
20 menit yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
1 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
2 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
4 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved