Nepal Larang Kendaraan Tua di Jalanan Kathmandu

Kamis, 02 Maret 2017 - 23:45 WIB
Nepal Larang Kendaraan...
Nepal Larang Kendaraan Tua di Jalanan Kathmandu
A A A
KATHMANDU - Nepal memaksa 2.500 kendaraan tua tidak beroperasi di jalanan ibu kota Kathmandu. Langkah ini untuk mengatasi polusi udara yang telah melebihi sembilan kali lipat dari batas yang diizinkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Polusi udara menjadi masalah kronis di Kathmandu yang mengalami pertumbuhan cepat. Kota yang terletak di lembah Himalaya dan dihuni lebih dari 3 juta jiwa ini pun menghadapi peningkatan polusi udara yang semakin parah. Kemarahan publik dengan polusi udara dan kabut asap membuat pemerintahan yang dipimpin mantan pemberontak Maoist harus memutar otak.

Debu jalanan, asap knalpot dari kendaraan tua, dan asap dari pembakaran bata dengan batu bara semakin memenuhi udara di kota tua tersebut. Kondisi itu meningkatkan risiko kanker, stroke , asma, dan tekanan darah tinggi, menurut para pakar. Para pejabat berharap larangan terhadap kendaraan tua yang berusia lebih dari 20 tahun akan membuat udara semakin bersih.

“Larangan kendaraan tua akan membantu memperbaiki kualitas udara dan mengurangi kemacetan lalu lintas,” ungkap pejabat Departemen Transportasi Nepal Tok Raj Pandey, dikutip kantor berita Reuters .

Perusahaan minyak Nepal milik pemerintah menyatakan, pihaknya akan mendistribusikan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan yang memenuhi standar emisi Euro 4 mulai bulan depan. Meski demikian, para aktivis mendesak pemerintah bertindak lebih banyak, termasuk menerapkan standar emisi yang lebih ketat untuk kendaraan baru serta perubahan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Level PM2, 5, partikel halus yang dapat masuk paruparu meningkat menjadi 89,7 mikrogram per meter kubik hari ini di distrik wisata Patan,” ungkap pernyataan Departemen Lingkungan Nepal kemarin. Itu dibandingkan dengan panduan WHO tentang ratarata tahunan 10 mikrogram per meter kubik.

“Ini masalah yang sangat serius yang menjadi ancaman bagi kesehatan orang,” ujar Kepala Dewan Riset Kesehatan Nepal Khem Bahadur Karki. “Sekitar 30% penyakit pernapasan akibat polusi udara luar ruangan,” papar Karki, merujuk pada hasil studi lembaga itu.

Para aktivis menyebut WHO memperkirakan polusi udara luar ruangan mengakibatkan hampir 10.000 kematian di Nepal setiap tahun. Jumlah itu lebih besar dibandingkan korban tewas saat gempa bumi 2015.
(esn)
Berita Terkait
Baru Diangkat oleh PM...
Baru Diangkat oleh PM Komunis Sharma Oli, 20 Menteri Dipecat Sekaligus
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Sungai Bagmati Meluap,...
Sungai Bagmati Meluap, Ibu Kota Nepal Terendam
Profil Pushpa Kamal...
Profil Pushpa Kamal Dahal, Perdana Menteri Nepal Baru dengan Ideologi Komunis
Kenapa Gerakan Protes...
Kenapa Gerakan Protes Gen Z Nepal Sasar Kaum Elite Nepal Berubah?
Mengapa Gunung Machhapuchhre...
Mengapa Gunung Machhapuchhre Dilarang untuk Didaki? Ternyata Ini Alasannya
Berita Terkini
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
25 menit yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
1 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
3 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
4 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved