Libya Hancur Total, Sepupu Gaddafi Tuntut Barat Tanggung Jawab

Rabu, 22 Februari 2017 - 06:57 WIB
Libya Hancur Total,...
Libya Hancur Total, Sepupu Gaddafi Tuntut Barat Tanggung Jawab
A A A
TRIPOLI - Sepupu mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, Ahmed Gaddaf al-Dam, mengatakan bahwa rakyat Libya menderita kelaparan massal dan negaranya hancur total sejak invasi Barat tahun 2011. Dia kini menuntut Barat minta maaf dan bertanggung jawab.

Tuntutan itu dia sampaikan pada momen peringatan enam tahun “Arab Spring”. Dia meratapi negaranya yang jatuh ke era kegelapan.

”Hal ini jelas bagi semua orang apa yang sekarang terjadi di Libya; kehancuran total, orang-orang melarikan diri dari rumah mereka, hingga kelaparan massal. Negara kami telah jatuh ke kegelapan total, dan orang-orang kami abadi dalam penderitaan,” ujar al-Dam, dalam sebuah wawancara dengan Russia Today.

”Pada peringatan Arab Spring, kami harus menuntut permintaan maaf untuk semua warga Libya, orang yang rumahnya hancur dan mereka yang dipermalukan. Atas nama mereka, saya menuntut Dewan Keamanan PBB dan kekuatan dunia terkemuka meminta maaf atas apa yang terjadi pada tahun 2011,” katanya.

Hari Jumat menandai enam tahun Arab Spring, sebuah gelombang protes kekerasan dan non-kekerasan yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara. Kerusuhan sipil yang pecah di Libya pada gelombang revolusi ini terjadi setelah rentetan pengeboman yang negara-negara NATO yang dipimpin AS saat menggulingkan Gaddafi.

Negara Afrika ini menjadi kacau, di mana faksi-faksi bersenjata yang dulu ikut menggulingkan Gaddafi masih mengangkat senjata untuk perang satu sama lain. Kekacauan makin bertambah dengan munculnya kelompok Islamic State atau ISIS di Libya.

Menurut al-Dam, Barat harus bertanggung jawab karena mengaduk konflik. ”Perang, penghancuran Libya, semua itu dalam kata-kata mereka sendiri, adalah sebuah kesalahan (Barat),” ujarnya.

“Semua dari mereka, pertama-tama, harus meminta maaf. Orang-orang Libya yang menderita, yang tinggal di ruang bawah tanah, yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, melihat tidak ada yang seperti enam tahun lalu. Tidak ada satu pun yang bahkan berbicara tentang hal itu pada hari ini. Apa yang terjadi di Libya adalah kejahatan dari semua sudut pandang,” imbuh al-Dam, yang dilansir Rabu (22/2/2017).
(mas)
Berita Terkait
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Mengapa Bencana Banjir...
Mengapa Bencana Banjir di Libya seperti Tsunami?
Satelit Rekam Badai...
Satelit Rekam Badai Mediterania yang Langka Penyebab Banjir Libya
6 Fakta Banjir Mengerikan...
6 Fakta Banjir Mengerikan Libya: 6.000 Orang Tewas, Mayat-mayat Berserakan
Melonjak Tajam, Korban...
Melonjak Tajam, Korban Tewas Banjir Libya Tembus 11.300 Jiwa
Dahsyatnya Banjir Libya,...
Dahsyatnya Banjir Libya, Mayat-mayat Terdampar di Pantai
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
17 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved