Iran: Penggunaan Senjata Kimia di Suriah Tak Bisa Dimaafkan
Minggu, 19 Februari 2017 - 18:46 WIB
Iran: Penggunaan Senjata Kimia di Suriah Tak Bisa Dimaafkan
A
A
A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Javad Zarif menuding ISIS dan al-Nusra menggunakan senjata kimia di Suriah. Menurutnya, penggunaan senjata kimia di Suriah adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan.
"Penggunaan senjata kimia tidak pernah bisa dimaafkan, sayangnya organisasi teroris Nusra dan ISIS masih memiliki senjata kimia," kata Zarif, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/2).
Selain ISIS dan al-Nusra, pemerintah Suriah juga dikabarkan turut menggunakan senjata kimia dalam beberapa kesempatan yang menargetkan kelompok milisi. Kelompok Human Right Watch menyebut Damaskus menggunakan senjata kimia dalam operasi di Aleppo.
Namun, Damaksus menolak laporan Human Rights Watch tersebut. Pemerintah Suriah kembali menyatakan mereka tidak pernah menggunakan senjata kimia atau senjata terlarang saat melakukan operasi militer.
Sementara itu, Amerika Serikat bulan lalu memasukan 18 pejabat senior Suriah dalam daftar hitam, karena diduga terlibat dalam pemgembangan senjata pemusnah massal, setelah penyelidikan internasional menemukan pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan gas klorin terhadap warga sipil
"Penggunaan senjata kimia tidak pernah bisa dimaafkan, sayangnya organisasi teroris Nusra dan ISIS masih memiliki senjata kimia," kata Zarif, seperti dilansir Reuters pada Minggu (19/2).
Selain ISIS dan al-Nusra, pemerintah Suriah juga dikabarkan turut menggunakan senjata kimia dalam beberapa kesempatan yang menargetkan kelompok milisi. Kelompok Human Right Watch menyebut Damaskus menggunakan senjata kimia dalam operasi di Aleppo.
Namun, Damaksus menolak laporan Human Rights Watch tersebut. Pemerintah Suriah kembali menyatakan mereka tidak pernah menggunakan senjata kimia atau senjata terlarang saat melakukan operasi militer.
Sementara itu, Amerika Serikat bulan lalu memasukan 18 pejabat senior Suriah dalam daftar hitam, karena diduga terlibat dalam pemgembangan senjata pemusnah massal, setelah penyelidikan internasional menemukan pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan gas klorin terhadap warga sipil
(esn)