Netanyahu Berang PM Belgia Temui Kelompok Anti Pendudukan
Kamis, 09 Februari 2017 - 15:29 WIB
Netanyahu Berang PM Belgia Temui Kelompok Anti Pendudukan
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan perintah untuk memberikan teguran kepada Duta Besar Belgia. Hal itu dilakukan setelah Perdana Menteri (PM) Belgia melakukan pertemuan dengan dua pemimpin kelompok hak asasi manusia Israel yang menuding tentara Zionis menyalahgunakan wilayah Palestina yang diduduki.
"Pemerintah Belgia perlu memutuskan apakah ia ingin mengubah arah atau melanjutkan dengan garis anti Israel," kantor Netanyahu memperingatkan dalam sebuah pernyataan merujuk pertemuan tersebut seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/2/2017).
Netanyahu juga menyinggung sikap "tidak ramah" Belgia terhadap Israel. Belgia diketahui membuka penyelidikan kejahatan perang selama serangan Israel ke Gaza medio Desember 2008 dan awal Januari 2009 yang dikenal sebagai operasi Cast Lead. Bulan lalu mantan menteri luar negeri saat operasi itu berlangsung, Tzipi Livni, membatalkan kunjungannya ke Brussels setelah kantor kejaksaan Belgia mengumumkan akan memeriksanya.
Pemerintah Israel lewat Kementerian Luar Negeri berencana memanggil Duta Besar Belgia, Olivier Belle.
Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengadakan pertemuan dengan pemimpin kelompok HAM B’tselem dan Breaking the Silence selama tiga hari kunjungan resminya ke Israel. Pertemuan ini dilakukan sehari setelah pertemuan dengan Netanyahu sendiri.
Kelompok kelompok HAM tersebut dikenal karena mengungkap kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap warga Palestina, seperti penembakan acak warga sipil. Kedua kelompok tersebut terus menerus menghadapi tuduhan mencemarkan citra Israel, merusak keamanan dan membahayakan kehidupan tentara.
"Pemerintah Belgia perlu memutuskan apakah ia ingin mengubah arah atau melanjutkan dengan garis anti Israel," kantor Netanyahu memperingatkan dalam sebuah pernyataan merujuk pertemuan tersebut seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (9/2/2017).
Netanyahu juga menyinggung sikap "tidak ramah" Belgia terhadap Israel. Belgia diketahui membuka penyelidikan kejahatan perang selama serangan Israel ke Gaza medio Desember 2008 dan awal Januari 2009 yang dikenal sebagai operasi Cast Lead. Bulan lalu mantan menteri luar negeri saat operasi itu berlangsung, Tzipi Livni, membatalkan kunjungannya ke Brussels setelah kantor kejaksaan Belgia mengumumkan akan memeriksanya.
Pemerintah Israel lewat Kementerian Luar Negeri berencana memanggil Duta Besar Belgia, Olivier Belle.
Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengadakan pertemuan dengan pemimpin kelompok HAM B’tselem dan Breaking the Silence selama tiga hari kunjungan resminya ke Israel. Pertemuan ini dilakukan sehari setelah pertemuan dengan Netanyahu sendiri.
Kelompok kelompok HAM tersebut dikenal karena mengungkap kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap warga Palestina, seperti penembakan acak warga sipil. Kedua kelompok tersebut terus menerus menghadapi tuduhan mencemarkan citra Israel, merusak keamanan dan membahayakan kehidupan tentara.
(ian)