Depkeh AS Desak Pengadilan Banding Batalkan Pemblokiran Larangan Imigran

Selasa, 07 Februari 2017 - 14:50 WIB
Depkeh AS Desak Pengadilan...
Depkeh AS Desak Pengadilan Banding Batalkan Pemblokiran Larangan Imigran
A A A
WASHINGTON - Departemen Kehakiman (Depkeh) Amerika Serikat (AS) membela kebijakan Presiden Donald Trump terkait larangan imigran. Depkeh AS pun mendesak pengadilan banding untuk mencabut pemblokiran demi kepentingan keamanan nasional.

Dalam pembelaan singkat setebal 15 halaman, Depkeh AS berpendapat bahwa perintah eksekutif yang menjadi dasar pemberlakuan larangan imigran adalah praktek hukum kewenangan presiden dan bukan larangan terhadap Muslim.

Depkeh AS juga mengatakan bahwa pengadilan Washington telah keliru dalam memasuki aturan pembatasan penegakan ketertiban. "Kendati beberapa hal dianggap tepat, namun jika perintah pengadilan menghapuskan perintah secara nasional itu sudah melewati batas kewenangan," kata Depkeh AS seperti dikutip dari BBC, Selasa (7/2/2017).

Depkeh AS juga menyatakan bahwa Presiden Trump telah membuat keputusan yang terbaik terkait keamanan nasional. Selain itu, Depkeh AS juga membenarkan jika larangan imigran disebut sebagai larangan Muslim karena tujuh negara diidentifikasi atas risiko teror.

Namun, Depkeh AS juga menyatakan bahwa perintah eksekutif bersifat netral terhadap agaman apapun dan warga di luar AS tidak memiliki hak untuk proses hukum.

Sebelumnya, pengadilan banding federal Amerika Serikat (AS) menolak permintaan pemerintahan Trump untuk mengembalikan larangan imigran. Pengadilan lantas memberikan Gedung Putih dan negara-negara yang menentang kebijakan tersebut batas waktu hingga senin untuk memberikan argumen.

Perintah eksekutif Trump untuk sementara melarang masuk semua pengungsi dan warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim. Namun Hakim Federal AS berpendapat larangan itu inkonstitusional dan merugikan kepentingan negara.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
25 menit yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
1 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
3 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
4 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
8 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved