Assad Perpanjang Tawaran Amnesti kepada Pemberontak
Senin, 06 Februari 2017 - 04:32 WIB
Assad Perpanjang Tawaran Amnesti kepada Pemberontak
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah, Bashar al-Assad, memperpanjang amnesti yang diumumkan pada tahun lalu sampai akhir Juni mendatang. Amenesti itu diberikan kepada semua pemberontak yang menyerahkan diri ke tentara Suriah.
Seperti dilaporkan kantor berita SANA, pengampunan atau amnesti Presiden Assad mencakup semua pihak yang mengangkat senjata dalam menghadapi pemerintah. Pengampunan juga berlaku untuk buronan dan penculik yang menyerahkan diri selama masa pemberian amnesti.
Ini adalah perpanjang kedua kalinya pemberian amnesti sejak pertama kali diumumkan pada akhir Juli tahun lalu seperti dikutip dari Xinhua, Senin (6/2/2017).
Pemerintah menganggap amnesti sebagai kesempatan emas bagi para pemberontak yang ingin menghentikan perlawanan mereka. Selama penerapan kebijakan amnesti ini, puluhan pemberontak telah menyerahkan diri mereka selama beberapa bulan terakhir.
Pengumuman perpanjangan ini datang saat delegasi pemerintah dan oposisi Suriah bersiap untuk kembali memulai pembicaraan damai di Jenewa pada akhir Februari nanti. Pembicaraan damai ini berlangsung satu bulan setelah kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata nasional yang ditengahi oleh Turki dan Rusia, yang mulai berlaku pada 30 Desember lalu.
Seperti dilaporkan kantor berita SANA, pengampunan atau amnesti Presiden Assad mencakup semua pihak yang mengangkat senjata dalam menghadapi pemerintah. Pengampunan juga berlaku untuk buronan dan penculik yang menyerahkan diri selama masa pemberian amnesti.
Ini adalah perpanjang kedua kalinya pemberian amnesti sejak pertama kali diumumkan pada akhir Juli tahun lalu seperti dikutip dari Xinhua, Senin (6/2/2017).
Pemerintah menganggap amnesti sebagai kesempatan emas bagi para pemberontak yang ingin menghentikan perlawanan mereka. Selama penerapan kebijakan amnesti ini, puluhan pemberontak telah menyerahkan diri mereka selama beberapa bulan terakhir.
Pengumuman perpanjangan ini datang saat delegasi pemerintah dan oposisi Suriah bersiap untuk kembali memulai pembicaraan damai di Jenewa pada akhir Februari nanti. Pembicaraan damai ini berlangsung satu bulan setelah kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata nasional yang ditengahi oleh Turki dan Rusia, yang mulai berlaku pada 30 Desember lalu.
(ian)