250 Ribu Warga Sipil Bakal Terusir dari Mosul Barat
Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:55 WIB
250 Ribu Warga Sipil Bakal Terusir dari Mosul Barat
A
A
A
NEW YORK - Sebuah serangan terhadap ISIS di Mosul barat bisa memaksa 250 ribu warga sipil melarikan diri jika mereka dapat menemukan jalan keluar. Demikian pernyataan lembaga pengungsi PBB, UNHCR.
Lebih dari 162 ribu orang akan eksodus seiring upaya pemerintah Irak untuk merebut wilayah itu kembali sejak bulan Oktober. Meskipun masih tinggi, jumlah tersebut jauh di bawah rencana awal kontingensi UNHCR yang mengantisipasi jutaa orang atau bahkan lebih melarikan diri dari kota.
"Sebanyak 250 ribu warga Irak bisa mengungsi dari rumah mereka dengan mengantisipasi eskalasi konflik di Mosul barat yang padat penduduk," kata juru bicara UNHCR Matthew Saltmarsh seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/2/2017).
Pertempuran dengan intesitas tinggi diperkirakan akan terjadi di sekitar Hawja, 130 km sebelah tenggara dari Mosul. Pertempuran di daerah itu bisa membuat 114 ribu warga mengungsi, ditambah 82 ribu yang telah melarikan diri sejak Agustus, mempertaruhkan diri dari penyergapan dan kematian.
Dalam operasi militer terbesar Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein pada tahun 2003, pasukan pemerintah telah menyita sebagian besar Mosul timur. Tapi mereka belum menyeberangi sungai Tigris, meninggalkan bagian barat di tangan militan ISIS, yang menyatakan sebagai khilafah pada 2,5 tahun yang lalu.
Lebih dari 162 ribu orang akan eksodus seiring upaya pemerintah Irak untuk merebut wilayah itu kembali sejak bulan Oktober. Meskipun masih tinggi, jumlah tersebut jauh di bawah rencana awal kontingensi UNHCR yang mengantisipasi jutaa orang atau bahkan lebih melarikan diri dari kota.
"Sebanyak 250 ribu warga Irak bisa mengungsi dari rumah mereka dengan mengantisipasi eskalasi konflik di Mosul barat yang padat penduduk," kata juru bicara UNHCR Matthew Saltmarsh seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (4/2/2017).
Pertempuran dengan intesitas tinggi diperkirakan akan terjadi di sekitar Hawja, 130 km sebelah tenggara dari Mosul. Pertempuran di daerah itu bisa membuat 114 ribu warga mengungsi, ditambah 82 ribu yang telah melarikan diri sejak Agustus, mempertaruhkan diri dari penyergapan dan kematian.
Dalam operasi militer terbesar Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein pada tahun 2003, pasukan pemerintah telah menyita sebagian besar Mosul timur. Tapi mereka belum menyeberangi sungai Tigris, meninggalkan bagian barat di tangan militan ISIS, yang menyatakan sebagai khilafah pada 2,5 tahun yang lalu.
(ian)