Netanyahu: AS Harus Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Minggu, 29 Januari 2017 - 19:18 WIB
Netanyahu: AS Harus Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras Yerusalem adalah ibukota dari Israel. Dia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera memindahkan Kedutaan Besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem untuk memperkuat hal ini.
"Posisi Israel tetap sama, yakni kedubes AS harus dipindahkah ke Yerusalem," kata Neyanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Harretz pada Minggu (29/1).
"Yerusalem adalah ibukota Israel, saya berharap Kedutaan Besar asing lainnya yang berada di Israel akan mengikuti langkah AS kelak. Saya percaya AS akan segera memindahkan kedutaan mereka," sambungnya.
Sebelumnya pada pekan lalu, Gedung Putih mengatakan rencana pemindahan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem sudah dalam tahap awal pembicaraan. ”Kami berada di tahap yang sangat awal untuk membahas hal ini,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.
Yerusalem sendiri sampai saat ini masih menjadi wilayah yang diperebutkan antara Israel dan Palestina. Palestina sudah menyiapkan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Tapi, Israel ingin Yerusalem sepenuhnya jadi ibu kota negara Yahudi itu.
AS sejatinya tidak mengakui wilayah Yerusalem sebagai wilayah Israel dan menyatakan wilayah itu status-quo. Namun, Donald Trump membuat perubahan yang pro-Israel dengan menjanjikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Ratusan warga Palestina di berbagai kota, termasuk di Yerusalem Timur memprotes rencana pemindahan Kedubes AS tersebut.
"Posisi Israel tetap sama, yakni kedubes AS harus dipindahkah ke Yerusalem," kata Neyanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Harretz pada Minggu (29/1).
"Yerusalem adalah ibukota Israel, saya berharap Kedutaan Besar asing lainnya yang berada di Israel akan mengikuti langkah AS kelak. Saya percaya AS akan segera memindahkan kedutaan mereka," sambungnya.
Sebelumnya pada pekan lalu, Gedung Putih mengatakan rencana pemindahan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem sudah dalam tahap awal pembicaraan. ”Kami berada di tahap yang sangat awal untuk membahas hal ini,” kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer.
Yerusalem sendiri sampai saat ini masih menjadi wilayah yang diperebutkan antara Israel dan Palestina. Palestina sudah menyiapkan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Tapi, Israel ingin Yerusalem sepenuhnya jadi ibu kota negara Yahudi itu.
AS sejatinya tidak mengakui wilayah Yerusalem sebagai wilayah Israel dan menyatakan wilayah itu status-quo. Namun, Donald Trump membuat perubahan yang pro-Israel dengan menjanjikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Ratusan warga Palestina di berbagai kota, termasuk di Yerusalem Timur memprotes rencana pemindahan Kedubes AS tersebut.
(esn)