Economist Intelligence Unit: Demokrasi AS Sudah Cacat

Kamis, 26 Januari 2017 - 09:38 WIB
Economist Intelligence...
Economist Intelligence Unit: Demokrasi AS Sudah Cacat
A A A
WASHINGTON - Level demokrasi di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengalami kemerosotan, di mana demokrasi di Negeri Paman Sam ini sudah cacat. Demikian laporan tahunan Economist Intelligence Unit (EIU) yang dirilis hari Rabu waktu AS.

Indikasi status demokrasi di AS dinilai sudah cacat itu ditandai dengan menurunnya kepercayaan dalam sistem politiknya. Tren menurunnya kepercayaan itulah yang turut membantu miliarder Donald Trump sukses menuju Gedung Putih.

Kendati demikian, EIU, menegaskan bahwa kemenangan Trump dalam pemilu AS tidak bisa disalahkan atas kemerosotan demokrasi di AS.

Sebaliknya, lanjut laporan EIU, pudarnya kepercayaan dalam sistem politik didukung oleh kondisi untuk penggulingan kelas politik yang didirikan oleh pengusaha kaya New York tersebut.

Laporan tahunan Indeks demokrasi berjudul “Revenge of the deplorables” itu menyuguhkan peringkat demokrasi negara-negara di dunia berdasarkan sejumlah faktor. Penilaian indeks tersebut mengacu pada lima kategori yakni, kebebasan sipil, proses pemilu dan pluralisme, fungsi pemerintah, budaya politik dan partisipasi politik.

Skor indeks AS untuk 2016 turun menjadi 7,98 dari peringkat 8,05 pada tahun 2015. “Judul laporan mengacu pada pemberontakan populer pada tahun 2016 terhadap elite politik yang dirasakan oleh banyak orang, keluar dari sentuhan dan gagal untuk mewakili kepentingan rakyat,” bunyi laporan EIU yang dikutip Kamis (26/1/2017).

”AS telah tertatih-tatih di ambang menjadi demokrasi yang cacat selama beberapa tahun, dan bahkan jika tak ada pemilu presiden pada tahun 2016, skor akan tergelincir di bawah 8,0,” lanjut laporan EIU.

AS bergabung negara-negara seperti Jepang, Prancis, Israel, India dan Chile dalam kategori ”demokrasi cacat”.

Norwegia, Islandia, Swedia, Selandia Baru, Denmark, Kanada dan Irlandia tampil dengan level “demokrasi penuh”. Sementara Chad, Suriah dan Korea Utara berada di peringkat terendah di bawah kategori ”otoriter”.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
17 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
57 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved