Jelang Pelantikan, FBI Rilis File Terkait Trump

Jum'at, 20 Januari 2017 - 16:07 WIB
Jelang Pelantikan, FBI...
Jelang Pelantikan, FBI Rilis File Terkait Trump
A A A
WASHINGTON - FBI telah merilis sejumlah file yang terkait dengan Donald Trump berdasarkan permintaan dibawah undang-undang kebebasan informasi (FOIA). File ini dirilis tak lama sebelum pelantikan miliarder eksentrik itu menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

Dirilisnya file terkait Trump tersebut untuk memenuhi permintaan terkait informasi mengenai Trump Shuttle dan Trump Taj Mahal. Dalam rilis terbarunya itu mencakup semua bisnisnya. Meski begitu, dokumen itu tidak mengandung informasi penting tentang Trump atau bisnisnya seperti dikutip dari The Hill, Jumat (20/1/2017).

Selama pemilu, kritikus telah menuduh FBI berusaha untuk campur tangan ketika merilis dokumen tentang keluarga Clinton. FBI juga menyatakan akan melakukan penyelidikan terhadap file di email server pribadi Hillary Clinton.

Dokumen muncul di area situs FBI yang disebut The Vault, sebuah area untuk meminta sebuah file untuk dibuka yang menampilkan bulan dan tahun file. Dalam sebuah dokumen 16 halaman memuat laporan tentangan Trump Shuttle. Trump Shuttle adalah sebuah maskapai penerbangan milik Trump pada 1989-1992. FBI dilaporkan menyelidiki kasus pencurian pompa hidrolik listrik.

Selain itu terdapan laporan empat halaman tentang pencurian di kasino Taj Mahal dan hotel di tahun 1998, bersama detail salinan kaset VHS. Laporan itu tidak menjelaskan apa yang terkandung dalam kaset itu, tampak seolah-olah mereka menggunakan untuk melacak subjek pencurian karena dokumen menyebutkan "rekaman video gambar yang bersangkutan." Tidak ada rincian tentang bagian-bagian lain dari penyelidikan, termasuk apa yang diambil dan jika kasus tersebut telah ditutup.

Pada 8 Oktober, satu bulan sebelum pemilihan presiden 2016, FBI menempatkan file Fred Trump dalam The Vault. Fred Trump adalah ayah dari Donald Trump dan dokumen tersebut juga tidak mengandung banyak informasi material.

Sekitar waktu yang sama, akun Twitter FBI memberikan link ke 20 file lainnya dari The Vault, termasuk dokumen tentang penyelidikan biro ke email server Hillary. Akun tersebut telah dinyatakan telah "gelap" sejak Oktober 2015.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
3 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
5 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
6 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
6 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
7 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved