Duterte Perintahkan Tentara Ledakkan Militan Beserta Sandera
Senin, 16 Januari 2017 - 16:44 WIB
Duterte Perintahkan Tentara Ledakkan Militan Beserta Sandera
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali membuat sebuah pernyataan yang kontroversial. Pernyataan Duterte kali ini terkait dengan aksi penculikan yang dilakukan oleh kelompok militan Filipina, baik di perairan Sulu atau Sabah.
Berbicara di forum bisnis di Davao, Duterte mengatakan, ia sudah memerintahkan tentara Filipina untuk membombardir kelompok militan yang melarikan diri dengan tawanan mereka dalam upaya untuk menghentikan gelombang penculikan di laut. Menurutnya, korban dari sisi warga sipil, dalam hal ini sandera adalah korban sampingan.
"Saya sudah memerintahkan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai, jika ada penculik dan mereka berusaha untuk melarikan diri, bom mereka semua. Mereka mengatakan "sandera", maaf, korban sampingan," katanya, seperi dilansir inquirer pada Senin (16/1).
Dia mengatakan, pendekatan seperti itu akan memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan para sandera, bahkan tanpa harus memberikan uang tebusan.
"Anda (militan) tidak bisa melarikan diri dari kesalahan Anda, saya akan benar-benar menghancurkan Anda semua. Saran untuk calon korban, jangan biarkan dirimu diculik," sambungnya.
Saat ini, kelompok militan di Filipina, yakni Abu Sayyaf memiliki beberapa sandera dari berbagai negara, termasuk asal Indonesia. Setidaknya masih ada 4 orang warga negara Indonesia yang masih menjadi sandera kelompok itu.
Berbicara di forum bisnis di Davao, Duterte mengatakan, ia sudah memerintahkan tentara Filipina untuk membombardir kelompok militan yang melarikan diri dengan tawanan mereka dalam upaya untuk menghentikan gelombang penculikan di laut. Menurutnya, korban dari sisi warga sipil, dalam hal ini sandera adalah korban sampingan.
"Saya sudah memerintahkan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai, jika ada penculik dan mereka berusaha untuk melarikan diri, bom mereka semua. Mereka mengatakan "sandera", maaf, korban sampingan," katanya, seperi dilansir inquirer pada Senin (16/1).
Dia mengatakan, pendekatan seperti itu akan memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan para sandera, bahkan tanpa harus memberikan uang tebusan.
"Anda (militan) tidak bisa melarikan diri dari kesalahan Anda, saya akan benar-benar menghancurkan Anda semua. Saran untuk calon korban, jangan biarkan dirimu diculik," sambungnya.
Saat ini, kelompok militan di Filipina, yakni Abu Sayyaf memiliki beberapa sandera dari berbagai negara, termasuk asal Indonesia. Setidaknya masih ada 4 orang warga negara Indonesia yang masih menjadi sandera kelompok itu.
(esn)