CNN: Hacker Rusia Berkompromi dengan Trump

Rabu, 11 Januari 2017 - 17:06 WIB
CNN: Hacker Rusia Berkompromi...
CNN: Hacker Rusia Berkompromi dengan Trump
A A A
WASHINGTON - Sebuah dokumen rahasia disajikan pekan lalu kepada Presiden Barack Obama dan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Dokumen itu termasuk tuduhan Rusia berkompromi soal informasi pribadi dan keuangan Trump, seperti dilaporkan oleh CNN mengutip pernyataan beberapa pejabat AS yang mengetahui langsung soal briefing.

Tuduhan itu disajikan dalam sinopsis dua halaman yang ditambahkan ke laporan gangguan Rusia di pemilu 2016. Dua halaman sinopsis tambahan itu termasuk tuduhan bahwa ada pertukaran informasi selama kampanye antara perwakilan Trump dengan perantara pemerintah Rusia, menurut dua pejabat keamanan nasional seperti dikutip CNN, Rabu (11/1/2017).

Sumber mengatakan kepada CNN bahwa tuduhan yang sama tentang komunikasi antara tim kampanye Trump dan Rusia juga disebutkan dalam briefing rahasia dengan para pemimpin Kongres tahun lalu. Saat itu, Pemimpin Senat Demokrat Harry Reid mengirim surat kepada Direktur FBI James Comey pada bulan Oktober. "Hal ini telah menjadi jelas bahwa Anda memiliki informasi tentang hubungan dekat dan koordinasi antara Donald Trump, penasehatnya, dan pemerintah Rusia, sebuah kepentingan asing yang secara terbuka memusuhi AS," tulis Reid saat itu.

Briefing yang dirahasiakan minggu lalu itu dihadiri oleh empat senior kepala intelijen AS. Mereka adalah Direktur Intelijen Nasional James Clapper, Direktur FBI James Comey, Direktur CIA John Brennan, dan Direktur NSA Mike Rogers.

Salah satu alasan kepala intelijen negara mengambil langkah luar biasa ini adalah untuk membuat presiden terpilih sadar bahwa tuduhan tersebut melibatkan dirinya beredar di kalangan lembaga intelijen, anggota senior Kongres, dan pejabat pemerintah lainnya di Washington.

CNN telah mengkonfirmasi bahwa sinopsis itu termasuk dalam dokumen yang diserahkan kepada Trump. Tetapi tidak dapat mengkonfirmasi apakah itu dibahas dalam pertemuannya dengan kepala intelijen. Tim transisi Trump sendiri menolak permintaan untuk berkomentar.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Donald Trump: Ukraina...
Donald Trump: Ukraina Sedang Dilenyapkan
Berita Terkini
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
11 menit yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
44 menit yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
1 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
9 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
10 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved