Trump Akhiri Kebijakan Satu China, Beijing Bakal Balas Dendam

Selasa, 10 Januari 2017 - 18:48 WIB
Trump Akhiri Kebijakan...
Trump Akhiri Kebijakan Satu China, Beijing Bakal Balas Dendam
A A A
BEIJING - Tabloid milik pemerintah China, Global Times, memperingatkan presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump jika Beijing akan membalas jika ia mengingkari kebijakan satu China. Peringatan ini muncul hanya beberapa jam setelah presiden Taiwan membuat persinggahan kontroversial di Houston.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bertemu anggota parlemen senior AS dari Partai Republik selama persinggahan nya di Houston, Minggu dalam perjalanan ke Amerika Tengah. Tsai dijadwalkan transit di San Francisco pada 13 Januari dalam perjalanan kembali ke Taiwan.

China telah meminta AS untuk tidak membiarkan Tsai untuk masuk atau melakukan pertemuan pemerintah resmi di bawah kebijakan satu China. Beijing menganggap pemerintahan sendiri Taiwan, provinsi yang membangkang, tidak memenuhi syarat untuk melakukan hubungan negara dengan negara. Ini adalah salah satu subjek yang sensitif bagi China.

"Prinsip satu China bukan permintaan yang berubah-ubah oleh China pada presiden AS, tapi kewajiban presiden untuk menjaga hubungan China-AS dan menghormati tatanan yang ada dari Asia Pasifik-AS," tulis Global Times dalam editorialnya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/1/2017).

Trump sempat memicu protes dari Beijing pada bulan lalu dengan menerima panggilan telepon ucapan selamat dari Tsai. China lantas mempertanyakan komitmen AS terhadap posisi China bahwa Taiwan adalah bagian dari satu China.

"Jika Trump ingkar pada kebijakan satu Cina setelah menjabat, orang-orang China akan menuntut pemerintah untuk membalas dendam. Tidak ada ruang untuk tawar menawar," tulis Global Times lagi.

The Global Times juga mengkritik Tsai Ing-wen dalam editorialnya. Global Times mengatakan bahwa Beijing kemungkinan akan memaksakan tekanan diplomatik, ekonomi, dan militer lebih lanjut terhadap Taiwan. Global Times juga memperingatkan bahwa Tsai perlu menghadapi konsekuensi untuk setiap langkah provokatif yang diambilnya.

"Beijing juga harus memberlakukan tekanan militer kepada Taiwan dan mendorongnya ke dalam persatuan dengan kekuatan, sehingga dapat secara efektif mempengaruhi rating persetujuan dari pemerintahan Tsai," demikian editorial Global Times.
(ian)
Berita Terkait
Trump Sebut China Akan...
Trump Sebut China Akan Serang Taiwan Setelah Olimpiade
Anggota Kabinet Trump...
Anggota Kabinet Trump Kunjungi Taiwan, China Marah
Trump Klaim China Siap...
Trump Klaim China Siap Rebut Taiwan Pasca Olimpiade
China Kecam Kesepakatan...
China Kecam Kesepakatan Dagang AS–Taiwan Senilai Rp4.227 Triliun
Trump Warning Taiwan...
Trump Warning Taiwan Jangan Deklarasi Kemerdekaan: ‘Saya Ingin China Tenang!’
Trump: Xi Jinping Menyadari...
Trump: Xi Jinping Menyadari Konsekuensi Jika China Nekat Menginvasi Taiwan
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
7 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
9 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
11 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
12 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
13 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan China Mampu...
5 Alasan China Mampu Akhiri Dominasi Kapal Induk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved