Rusia Ledek AS: Ada yang Sedang Berburu 'Penyihir Jahat'
Senin, 09 Januari 2017 - 20:57 WIB
Rusia Ledek AS: Ada yang Sedang Berburu 'Penyihir Jahat'
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia melemparkan ledekan terhadap Amerika Serikat (AS) terkait dengan tudingan serangan cyber selama pemilu presiden AS lalu. Moskow menyebut sedang ada yang berusaha memburu "penyihir jahat".
"Dokumen yang dipublikasikan oleh intelijen AS yang merinci dugaan operasi Rusia yang menargetkan pemilu, adalah tidak profesional dan tidak berisi substansi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Kami benar-benar merasa lelah dengan semua tuduhan ini. Hal ini benar-benar mengingatkan kita pada upaya perburuan penyihir," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/1).
Laporan intelijen AS yang dirilis pada pekan lalu terang-terangan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pemberi perintah serangan cyber terhadap email Komite Nasional Demokrat dengan tujuan memenangkan Trump sebagai presiden AS.
Laporan intelijen AS itu sebagai hasil atas apa yang ditugaskan oleh Presiden Barack Obama pada bulan Desember 2016. Meski demikian, laporan intelijen menegaskan bahwa penghitungan suara pemilu tidak terpengaruh oleh intervensi Rusia.
"Dokumen yang dipublikasikan oleh intelijen AS yang merinci dugaan operasi Rusia yang menargetkan pemilu, adalah tidak profesional dan tidak berisi substansi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Kami benar-benar merasa lelah dengan semua tuduhan ini. Hal ini benar-benar mengingatkan kita pada upaya perburuan penyihir," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (9/1).
Laporan intelijen AS yang dirilis pada pekan lalu terang-terangan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pemberi perintah serangan cyber terhadap email Komite Nasional Demokrat dengan tujuan memenangkan Trump sebagai presiden AS.
Laporan intelijen AS itu sebagai hasil atas apa yang ditugaskan oleh Presiden Barack Obama pada bulan Desember 2016. Meski demikian, laporan intelijen menegaskan bahwa penghitungan suara pemilu tidak terpengaruh oleh intervensi Rusia.
(esn)