Wakil Kanselir Jerman: Masjid Salafi Dilarang, Pengkhotbahnya Harus Diusir

Minggu, 08 Januari 2017 - 00:52 WIB
Wakil Kanselir Jerman:...
Wakil Kanselir Jerman: Masjid Salafi Dilarang, Pengkhotbahnya Harus Diusir
A A A
BERLIN - Wakil Kanselir Jerman Sigmar Gabriel menyampaikan sikap “toleransi nol” terhadap keberadaan masjid-masjid Salafi di negara itu. Menurutnya, masjid-masjid Salafi harus dilarang dan pengkhotbahnya harus diusir dari Jerman.

Seruan larangan itu muncul setelah Berlin dilanda serangan teror dengan kendaraan truk yang dibajak di sebuah pasar atau bazar Natal beberapa waktu lalu.

Gabriel—Pemimpin Partai Sosial Demokrat—yang juga pesaing Kanselir Angela Merkel, mengatakan bahwa setiap orang yang mendorong untuk melakukan kekerasan tidak akan menikmati perlindungan kebebasan beragama di Jerman.

Dia tidak terima dengan serangan teror truk di bazar Natal Berlin bulan lalu yang menewaskan 12 orang. Truk itu dibajak oleh Amis Amri untuk melakukan aksi yang dikenal sebagai serangan "lone wolf".

Salafisme merupakan cabang ultra-konservatif Islam, yang menurut pemerintah Jerman menyebarkan paham kekerasan. Gabriel dalam wawancaranya dengan Der Spiegel mengatakan bahwa setengah dari pengikut ISIS yang melakukan perjalanan ke Suriah adalah warga Jerman.

“Masjid Salafi harus dilarang, masyarakat yang terpengaruh, dan pengkhotbahnya harus diusir sesegera mungkin,” kata Gabriel, yang dilansir Minggu (8/1/2017). ”Jika kita serius memerangi terorisme, maka harus juga menjadi pertarungan budaya,” katanya lagi.

Partai yang dipimpin Gabriel saat ini berkoalisi dengan Partai Kristen Demokrat yang dipimpin Kanselir Angela Merkel. Namun, kedua pemimpin ini sejatinya bersaing untuk merebut simpati publik Jerman untuk meraih kekuasaan.

“Perkotaan jangan diabaikan, desa tidak boleh jatuh dalam kerusakan dan orang-orang jangan menjadi lebih dan lebih radikal,” ujar Gabriel.

Partai yang dipimpin Gabriel sudah mempersiapkan diri untuk pemilu pada tahun ini dengan memilih bersikap anti-imigrasi. Sikap itu dipilih untuk melawan gelombang pengungsi ke Jerman yang dianggap rawan terhadap serangan teror.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
25 menit yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
1 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
2 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
3 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
4 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved