Intelijen AS Sebut Serangan Cyber Aksi Balas Dendam Rusia
Sabtu, 07 Januari 2017 - 11:59 WIB
Intelijen AS Sebut Serangan Cyber Aksi Balas Dendam Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah versi publik dari laporan intelijen yang komprehensif soal kegiatan Rusia dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) 2016 dirilis. Dalam laporan itu, komunitas intelijen menyebut sejumlah motif dibalik dugaan campur tangan Moskow dalam pemilu yang dimenangkan oleh Donald Trump itu.
Menurut laporan tersebut, tindakan Moskow itu dilatarbelakangi oleh aksi AS yang mencoba untuk mencemarkan nama baik Rusia melalui doping Olimpiade dan skandal Panama Papers.
"Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk Panama Papers dan skandal doping Olimpiade adalah upaya AS yang diarahkan untuk mencemarkan nama baik Rusia, membuatnya berusaha mencari cara untuk mendiskreditkan citra AS dan menunjukkannya sebagai sebuah kemunafikan," begitu bunyi laporan itu seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (7/1/2017).
Tuduhan itu adalah salah satu dari sekian banyak yang termuat dalam laporan setebal 13 halaman. Laporan itu dibuat atas perintah Presiden AS Barack Obama dalam menanggapi kemarahan Partai Demokrat atas kekalahan yang tak terduga Hillary Clinton atas pesaingnya dari Partai Republik Donald Trump.
Laporan ini mencerminkan konsensus antara tiga lembaga intelijen utama AS, Kantor Direktur Intelijen Nasional, Central Intelligence Agency (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI).
Sebuah whistleblower menggunakan nama samaran John Doe membocorkan lebih dari 11 juta dokumen dari Mossack Fonseca. Mossack Fonseca adalah sebuah firma hukum berbasis di Panama yang membantu lebih dari 200 ribu perusahaan dan individu menyembunyikan uang di rekening bank offshore. Dokumen Panama ini menjelaskan miliaran dolar disalurkan melalui bank offshore oleh teman dekat dari pemimpin Rusia.
Dua warga Rusia membocorkan program doping yang disponsori oleh negara. Program doping ini dimulai pada akhir 2011, sebelum Olimpiade London pada 2012, dan Olimpiade Musim Dingin 2014 di kota Rusia Sochi. Skandal ini membuat banyak atlet Rusia didiskualifikasi dari Olimpiade 2016 di kota Brasil Rio de Janeiro.
Menurut laporan tersebut, tindakan Moskow itu dilatarbelakangi oleh aksi AS yang mencoba untuk mencemarkan nama baik Rusia melalui doping Olimpiade dan skandal Panama Papers.
"Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk Panama Papers dan skandal doping Olimpiade adalah upaya AS yang diarahkan untuk mencemarkan nama baik Rusia, membuatnya berusaha mencari cara untuk mendiskreditkan citra AS dan menunjukkannya sebagai sebuah kemunafikan," begitu bunyi laporan itu seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (7/1/2017).
Tuduhan itu adalah salah satu dari sekian banyak yang termuat dalam laporan setebal 13 halaman. Laporan itu dibuat atas perintah Presiden AS Barack Obama dalam menanggapi kemarahan Partai Demokrat atas kekalahan yang tak terduga Hillary Clinton atas pesaingnya dari Partai Republik Donald Trump.
Laporan ini mencerminkan konsensus antara tiga lembaga intelijen utama AS, Kantor Direktur Intelijen Nasional, Central Intelligence Agency (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI).
Sebuah whistleblower menggunakan nama samaran John Doe membocorkan lebih dari 11 juta dokumen dari Mossack Fonseca. Mossack Fonseca adalah sebuah firma hukum berbasis di Panama yang membantu lebih dari 200 ribu perusahaan dan individu menyembunyikan uang di rekening bank offshore. Dokumen Panama ini menjelaskan miliaran dolar disalurkan melalui bank offshore oleh teman dekat dari pemimpin Rusia.
Dua warga Rusia membocorkan program doping yang disponsori oleh negara. Program doping ini dimulai pada akhir 2011, sebelum Olimpiade London pada 2012, dan Olimpiade Musim Dingin 2014 di kota Rusia Sochi. Skandal ini membuat banyak atlet Rusia didiskualifikasi dari Olimpiade 2016 di kota Brasil Rio de Janeiro.
(ian)