Bela Assad, Iran Tuduh Pemberontak Suriah Langgar Gencatan Senjata
Jum'at, 06 Januari 2017 - 07:02 WIB
Bela Assad, Iran Tuduh Pemberontak Suriah Langgar Gencatan Senjata
A
A
A
TEHERAN - Iran menyerang balik tuduhan tak konstruktif Turki terhadap rezim Suriah yang disebut sudah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Menurut Iran, bukan rezim Suriah yang melanggarnya, tapi kubu pemberontak Suriah.
"Gencatan senjata di Suriah saat ini telah dilanggar berulang kali oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata anti-pemerintah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi, seperti dikutip dari Al Arabiya, semalam (5/1/2017).
"(Turki) harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani beberapa contoh pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok-kelompok ini dan pada saat yang sama harus menahan diri dari mengambil sikap nyata dengan menuduh pihak lain," ujarnya.
Pernyataan Iran ini sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Cavusoglu menuduh pemerintah rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melanggar gencatan senjata yang ditengahi oleh Turki dan Rusia.
Cavusoglu memperingatkan bahwa pelanggaran itu bisa membahayakan perundingan perdamaian yang direncanakan digelar di Kazakhstan akhir bulan ini.
Ghasemi mengkritik pernyataan Menlu Turki yang dia anggap tidak konstruktif. Tuduhan Turki, kata dia, bisa memperumit situasi di Suriah.
Meskipun mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik Suriah, Ankara dan Moskow telah bekerja sama untuk menengahi gencatan senjata dan berencana menggelar pembicaraan damai di Astana.
Cavusoglu mengatakan pembicaraan damai Suriah akan berlangsung pada 23 Januari, di mana Iran juga terlibat di dalamnya. Seorang pejabat Iran, Alaeddin Boroujerdi, saat ini berada di Damaskus untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Assad.
"Gencatan senjata di Suriah saat ini telah dilanggar berulang kali oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata anti-pemerintah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi, seperti dikutip dari Al Arabiya, semalam (5/1/2017).
"(Turki) harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani beberapa contoh pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok-kelompok ini dan pada saat yang sama harus menahan diri dari mengambil sikap nyata dengan menuduh pihak lain," ujarnya.
Pernyataan Iran ini sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Cavusoglu menuduh pemerintah rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melanggar gencatan senjata yang ditengahi oleh Turki dan Rusia.
Cavusoglu memperingatkan bahwa pelanggaran itu bisa membahayakan perundingan perdamaian yang direncanakan digelar di Kazakhstan akhir bulan ini.
Ghasemi mengkritik pernyataan Menlu Turki yang dia anggap tidak konstruktif. Tuduhan Turki, kata dia, bisa memperumit situasi di Suriah.
Meskipun mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik Suriah, Ankara dan Moskow telah bekerja sama untuk menengahi gencatan senjata dan berencana menggelar pembicaraan damai di Astana.
Cavusoglu mengatakan pembicaraan damai Suriah akan berlangsung pada 23 Januari, di mana Iran juga terlibat di dalamnya. Seorang pejabat Iran, Alaeddin Boroujerdi, saat ini berada di Damaskus untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Assad.
(mas)