AI: Senjata AS dan Eropa Digunakan untuk Kejahatan Perang di Irak

Kamis, 05 Januari 2017 - 18:13 WIB
AI: Senjata AS dan Eropa...
AI: Senjata AS dan Eropa Digunakan untuk Kejahatan Perang di Irak
A A A
LONDON - Milisi yang berjuang bersama tentara Irak memerangi kelompok ISIS telah melakukan kejahatan perang dengan menggunakan senjata Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Senjata itu diberikan kepada militer Irak, begitu pernyataan Amnesty International (AI).

Kelompok hak asasi yang berbasis di London itu mengatakan milisi Syiah, yang dikenal sebagai Hashid Shaabi, menggunakan senjata dari stok militer Irak untuk melakukan kejahatan perang. Kejahatan yang dilakukan termasuk penghilangan paksa, penyiksaan, dan pembunuhan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/1/2017).

"Pemasok senjata internasional, termasuk AS, negara-negara Eropa, Rusia dan Iran, harus bangun atas fakta bahwa transfer senjata ke Irak membawa risiko nyata berakhir di tangan kelompok-kelompok milisi dengan sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia," kata peneliti AI, Patrick Wilcken, dalam sebuah pernyataan.

"Negara yang ingin menjual senjata ke Irak harus memastikan langkah-langkah ketat untuk memastikan senjata tidak akan digunakan oleh milisi untuk melanggar hak asasi manusia," tambahnya.

Amnesty mengutip penelitian lapangan sendiri hampir selama 2,5 tahun, termasuk wawancara dengan puluhan mantan tahanan, saksi, korban, dan keluarga mereka yang tewas, ditahan atau hilang. Laporan tersebut difokuskan pada empat kelompok kuat, sebagian besar yang menerima dukungan dari Iran: Organisasi Badr, Asaib Ahl al-Haq, Kataib Hizbullah dan Saraya al-Salam.

Juru bicara untuk kelompok Hashid Shaabi dan untuk perdana menteri, kepada siapa milisi itu secara teknis melapor, tidak menanggapi permintaan komentar.

Hashid Shaabi sendiri sempat menyangkal memiliki tujuan sektarian atau melakukan pelanggaran. Mereka mengatakan ingin menyelamatkan bangsa dengan mendorong ISIS kembali perbatasan Baghdad setelah tentara Irak hancur saat menghadapi mereka pada 2014 lalu. Sengketa ini pun menjadi ancaman untuk upaya menyatukan kembali negara itu.
(ian)
Berita Terkait
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Pasukan Pimpinan AS...
Pasukan Pimpinan AS Akhiri Misi Tempur di Irak
Profil Jassim Al Mazrouei...
Profil Jassim Al Mazrouei Jenderal Tertinggi ISIS yang Berhasil Dibunuh Tentara Irak
ISIS Manfaatkan Pandemi...
ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak
ISIS Luncurkan Serangan...
ISIS Luncurkan Serangan di Baghdad, 11 Orang Terbunuh, 8 Luka
Berita Terkini
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
13 menit yang lalu
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
1 jam yang lalu
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
1 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
2 jam yang lalu
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
2 jam yang lalu
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved