Turki Duga Intelijen Asing Terlibat Dalam Aksi Teror Istanbul
Kamis, 05 Januari 2017 - 13:53 WIB
Turki Duga Intelijen Asing Terlibat Dalam Aksi Teror Istanbul
A
A
A
ANKARA - Turki menduga adanya keterlibatan intelijen asing dalam aksi teror yang terjadi di Istanbul pada malam pergantian tahun. Dugaan ini muncul karena Ankara menilai aksi tersebut terlalu profesional, bahkan untuk seorang militan terlatih.
Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus menyatakan, tampaknya sedikit mustahil bagi pelaku untuk merencanakan aksi tersebut tanpa adanya dukungan dari luar, dalam hal ini adalah intelijen asing. Dia telah meminta otoritas keamanan Turki untuk tidak mengesampingkan hal ini.
"Saya berpendapat bahwa itu tidak mungkin bagi pelaku melakukan serangan seperti itu tanpa dukungan. Sepertinya dari dinas rahasia. Saat ini semua kemungkinan sedang dipertimbangkan," ucap Kurtulmus, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (5/1).
Kurtulmus menyatakan keprihatinan bahwa dengan dukungan dari intelijen eksternal penyerang potensial lainnya bisa menghindari radar keamanan Turki.
"Ketika mereka didukung oleh beberapa organisasi dengan kapasitas intelijen, mereka dapat melakukan tindakan teror dengan cara yang tidak akan terpikirkan oleh otoritas keamanan sebuah negara," ucapnya.
Kemarin, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan pihak berwenang telah berhasil mengidentifikasi pelaku penyerangan, dan memastikan pelaku adalah anggota ISIS, dan pernah berperang di Suriah.
Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus menyatakan, tampaknya sedikit mustahil bagi pelaku untuk merencanakan aksi tersebut tanpa adanya dukungan dari luar, dalam hal ini adalah intelijen asing. Dia telah meminta otoritas keamanan Turki untuk tidak mengesampingkan hal ini.
"Saya berpendapat bahwa itu tidak mungkin bagi pelaku melakukan serangan seperti itu tanpa dukungan. Sepertinya dari dinas rahasia. Saat ini semua kemungkinan sedang dipertimbangkan," ucap Kurtulmus, seperti dilansir Russia Today pada Kamis (5/1).
Kurtulmus menyatakan keprihatinan bahwa dengan dukungan dari intelijen eksternal penyerang potensial lainnya bisa menghindari radar keamanan Turki.
"Ketika mereka didukung oleh beberapa organisasi dengan kapasitas intelijen, mereka dapat melakukan tindakan teror dengan cara yang tidak akan terpikirkan oleh otoritas keamanan sebuah negara," ucapnya.
Kemarin, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan pihak berwenang telah berhasil mengidentifikasi pelaku penyerangan, dan memastikan pelaku adalah anggota ISIS, dan pernah berperang di Suriah.
(esn)