Netanyahu Akan Coba Gagalkan Resolusi DK Selanjutnya
Rabu, 04 Januari 2017 - 11:58 WIB
Netanyahu Akan Coba Gagalkan Resolusi DK Selanjutnya
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya akan berusaha untuk mengagalkan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB selanjutnya mengenai konflik Israel dan Palestina. Pernyataan itu disampaikan jelang adanya Konferensi Internasional di Paris, Prancis.
Netanyahu menuturkan, dia melihat adanya kemungkinan hasil pertemuan yang rencananya akan digelar pekan depan itu bisa menjadi resolusi DK PBB selanjutanya. Untuk mencegah itu, Netanyahu menyebut pihaknya akan mengambil semua cara yang memungkinkan.
"KTT mendatang di Paris tidak menarik tapi ada tanda-tanda mereka akan mencoba untuk mengubah keputusan yang dibuat menjadi resolusi lain di Dewan Keamanan," ucap Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/1).
" Upaya utama yang kita lakukan sekarang adalah untuk mencegah resolusi lain di DK PBB , dan juga untuk mencegah adanya keputusan yang diambil Kuartet (PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia)," sambungnya.
Dia menambahkan langkah tersebut mungkin akan diambil sebelum Presiden AS Barack Obama menanggalkan jabatannya pada 20 Januari mendatang.
Paris akan menjadi tuan rumah konferensi tentang penyelesaian konflik Israel-Palestina pada 15 Januari. Israel menolak untuk mengambil bagian dalam acara, dan mengatakan mereka lebih suka mengadakan pembicaraan bilateral langsung dengan pihak Palestina, dibandingkan terlibat dalam konferensi semacam ini.
Netanyahu menuturkan, dia melihat adanya kemungkinan hasil pertemuan yang rencananya akan digelar pekan depan itu bisa menjadi resolusi DK PBB selanjutanya. Untuk mencegah itu, Netanyahu menyebut pihaknya akan mengambil semua cara yang memungkinkan.
"KTT mendatang di Paris tidak menarik tapi ada tanda-tanda mereka akan mencoba untuk mengubah keputusan yang dibuat menjadi resolusi lain di Dewan Keamanan," ucap Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/1).
" Upaya utama yang kita lakukan sekarang adalah untuk mencegah resolusi lain di DK PBB , dan juga untuk mencegah adanya keputusan yang diambil Kuartet (PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia)," sambungnya.
Dia menambahkan langkah tersebut mungkin akan diambil sebelum Presiden AS Barack Obama menanggalkan jabatannya pada 20 Januari mendatang.
Paris akan menjadi tuan rumah konferensi tentang penyelesaian konflik Israel-Palestina pada 15 Januari. Israel menolak untuk mengambil bagian dalam acara, dan mengatakan mereka lebih suka mengadakan pembicaraan bilateral langsung dengan pihak Palestina, dibandingkan terlibat dalam konferensi semacam ini.
(esn)