Serangan Bom Mobil ISIS di Baghdad Tewaskan 39 Orang
Senin, 02 Januari 2017 - 21:14 WIB
Serangan Bom Mobil ISIS di Baghdad Tewaskan 39 Orang
A
A
A
BAGHDAD - ISIS kembali melancarkan serangan ke jantung Irak. Kali ini, dengan menggunakan bom mobil bunuh diri, ISIS menyerang sebuah alun-alun yang ramai pengunjung di Distrik Sadr City, Baghdad, Senin (2/1).
Ledakan bom mobil ini menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai 57 lainnya. Seperti dikutip dari al Jazeera, pembom mengendarai truk pickup dan menabrakan diri ke kerumunan orang-orang di sebuah pasar sayuran.
Melalui website mereka, Amaq, ISIS mengklaim "operasi mati syahid" yang telah menewaskan sekitar 40 orang. Sebelumnya, ISIS juga mengklaim serangan di Baghdad tengah yang menewaskan sedikitnya 27 orang pada akhir pekan lalu.
Ledakan di Sadr City ini banyak menewaskan kaum buruh harian, yang kerap berkumpul di alun-alun tersebut. Tercatat, 9 korban adalah kaum wanita yang tengah menumpang sebuah minibus saat ledakan terjadi.
"Para teroris akan berusaha untuk menyerang warga sipil untuk menebus kerugian mereka. Tetapi, kami meyakinkan rakyat Irak dan dunia, bahwa kita mampu untuk mengakhiri terorisme,” tegas Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi kepada wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande.
Ledakan bom mobil ini menewaskan sedikitnya 39 orang dan melukai 57 lainnya. Seperti dikutip dari al Jazeera, pembom mengendarai truk pickup dan menabrakan diri ke kerumunan orang-orang di sebuah pasar sayuran.
Melalui website mereka, Amaq, ISIS mengklaim "operasi mati syahid" yang telah menewaskan sekitar 40 orang. Sebelumnya, ISIS juga mengklaim serangan di Baghdad tengah yang menewaskan sedikitnya 27 orang pada akhir pekan lalu.
Ledakan di Sadr City ini banyak menewaskan kaum buruh harian, yang kerap berkumpul di alun-alun tersebut. Tercatat, 9 korban adalah kaum wanita yang tengah menumpang sebuah minibus saat ledakan terjadi.
"Para teroris akan berusaha untuk menyerang warga sipil untuk menebus kerugian mereka. Tetapi, kami meyakinkan rakyat Irak dan dunia, bahwa kita mampu untuk mengakhiri terorisme,” tegas Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi kepada wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande.
(esn)