Presiden Korsel Kembali Sangkal Tuduhan Bersalah

Senin, 02 Januari 2017 - 19:57 WIB
Presiden Korsel Kembali...
Presiden Korsel Kembali Sangkal Tuduhan Bersalah
A A A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye kemarin memecah sebulan membisu atas tuduhan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Dia secara terbuka menyangkal berbagai tuduhan bersalah dan menegaskan semua tudingan terhadapnya itu salah dan dibuat-buat.

Park juga menyangkal tuduhan bahwa dia memerintahkan otoritas untuk mendukung merger dua perusahaan afiliasi Samsung pada 2015. Saat ini, merger tersebut menjadi sasaran investigasi.

“Itu seluruhnya direkayasa,” kata Park, dikutip media lokal kemarin. Park sedang diinvestigasi atas beberapa tuduhan bahwa dia memberi imbalan pada perusahaan besar yang menyumbang dana ke yayasan yang dikontrol temannya, Choi Soon-sil. Park menyangkal bahwa Choi dibiarkan mengambil keuntungan dan memiliki pengaruh besar dalam urusan negara.

Ini penampilan pertama Park di depan media lokal sejak voting pemakzulan oleh parlemen pada 9 Desember lalu. Nasib Park kini berada di tangan para hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang memiliki waktu 180 hari untuk mengabulkan atau menolak pemakzulan tersebut. Park terakhir kali muncul ke publik pada 29 November saat menyatakan dia siap mundur jika parlemen sepakat membuka jalan untuknya agar melepas jabatan.

Para partai oposisi menolak tawaran itu dan memilih langkah voting pemakzulan terhadap Park. Voting itu mendapat dukungan dari oposisi dan anggota partai berkuasa, Saenuri. Kini MK mulai memeriksa argumen semua pihak terkait pemakzulan tersebut. Sebelumnya Park menyangkal bersalah dalam skandal tersebut.

Meski demikian, dia meminta maaf atas kelalaiannya dalam menjalin pertemanan dengan Choi. Adapun Choi juga menyangkal bersalah. Saat ini Choi telah ditahan dan menjalani proses pengadilan. Park kemarin juga menjelaskan, keputusan Dana Pensiun Nasional untuk mendukung merger antara dua perusahaan afiliasi Samsung Group itu hanya kebijakan yang dibuat demi kepentingan nasional.

Dia menyangkal bahwa keputusan itu didukung banyak perusahaan broker saat itu. “Saya tidak memiliki pikiran untuk membantu siapa pun dan pikiran itu tak pernah melintas di benak saya. Ini bukan tempat untuk menjelaskan kepada Anda semua rinciannya, tapi yang dapat saya jelaskan sekarang ialah saya tidak melakukan apa pun untuk mendukung siapa pun atau berkolusi dengan siapa pun untuk melakukan itu,” paparnya, dikutip kantor berita Reuters.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
4 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
6 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
8 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
9 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved