Seorang Pria Lepaskan Tembakan di Masjid Istanbul, 2 Luka
Senin, 02 Januari 2017 - 15:21 WIB
Seorang Pria Lepaskan Tembakan di Masjid Istanbul, 2 Luka
A
A
A
ISTANBUL - Aksi teror dilaporkan kembali terjadi di Istanbul, beberapa jam setelah aksi teror di sebuah klub malam pada saat malam pergantian tahun. Dalam serangan terbaru yang menjadi sasaran adalah sebuah masjid.
Menurut keterangan media Turki, Dogan News Agency, serangan itu terjadi pada Minggu sore waktu setempat, dan terjadi di masjid Hasan Pasha yang berada di sisi Eropa dari Istanbul. Dua orang terluka dalam serangan itu.
"Orang-orang berkumpul di masjid untuk menjalankan ibadan shalat Maghrib ketika penyerang melepaskan tembakan dengan menggunakan sebuah senapan," bunyi laporan Dogan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (2/1).
Dogan menyebut, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata pria itu melepaskan tembakan di tengah perdebatan dengan seorang pria yang diduga Ayah penyerang. Pria yang diduga Ayah penyerang dan orang yang berdiri di sampingnya menjadi korban penembakan itu."Polisi telah meluncurkan penyelidikan penembakan, yang berlangsung di distrik Sariyer. Pihak berwenang tidak memiliki alasan untuk percaya akan adanya tujuan politik dalam serangan tersebut," tukasnya.
Menurut keterangan media Turki, Dogan News Agency, serangan itu terjadi pada Minggu sore waktu setempat, dan terjadi di masjid Hasan Pasha yang berada di sisi Eropa dari Istanbul. Dua orang terluka dalam serangan itu.
"Orang-orang berkumpul di masjid untuk menjalankan ibadan shalat Maghrib ketika penyerang melepaskan tembakan dengan menggunakan sebuah senapan," bunyi laporan Dogan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (2/1).
Dogan menyebut, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata pria itu melepaskan tembakan di tengah perdebatan dengan seorang pria yang diduga Ayah penyerang. Pria yang diduga Ayah penyerang dan orang yang berdiri di sampingnya menjadi korban penembakan itu."Polisi telah meluncurkan penyelidikan penembakan, yang berlangsung di distrik Sariyer. Pihak berwenang tidak memiliki alasan untuk percaya akan adanya tujuan politik dalam serangan tersebut," tukasnya.
(esn)