PM Turki: Kami Belum Tahu Dalang Aksi Teror Istanbul
Minggu, 01 Januari 2017 - 22:41 WIB
PM Turki: Kami Belum Tahu Dalang Aksi Teror Istanbul
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan proses penyelidikan terhadap aksi teror di sebuah klub malam di Istanbul saat ini sedang berlangsung. Namun, Yildrim mengaku sejauh ini mereka masih buta mengenai siapa yang berada dibalik serangan itu.
"Beberapa rincian sudah mulai muncul, tetapi pihak berwenang bekerja untuk mendapatkan hasil yang konkret," kata Yildirim kepada wartawan, ketika ditanya tentang siapa yang mungkin berada di balik serangan itu."Pejabat kepolisian dan keamanan akan berbagi informasi yang telah tersedia selama penyelidikan," sambungnya, seperti dilansir Ynet pada Minggu (1/1).
Pelaku penyerangan yang diketahui menggunakan topi Santa Claus diketahui sejauh ini masih buron. Otoritas keamanan Turki dilaporkan telah meluncurkan perburuan besar-besaran untuk menemukan pelaku.
Sementara itu, untuk sejumlah pihak yang diduga memiliki informasi mengenai pelaku saat ini sedang diinterogasi. Salah satunya adalah supir taksi yang membawa pelaku ke lokasi kejadian.
Dalam serangan yang terjadi pada saat malam pergantian tahun itu 39 orang tewas, dan lebih dari 50 orang menderita luka-luka. Sebagian besar korban dilaporkan adalah warga asing.
"Beberapa rincian sudah mulai muncul, tetapi pihak berwenang bekerja untuk mendapatkan hasil yang konkret," kata Yildirim kepada wartawan, ketika ditanya tentang siapa yang mungkin berada di balik serangan itu."Pejabat kepolisian dan keamanan akan berbagi informasi yang telah tersedia selama penyelidikan," sambungnya, seperti dilansir Ynet pada Minggu (1/1).
Pelaku penyerangan yang diketahui menggunakan topi Santa Claus diketahui sejauh ini masih buron. Otoritas keamanan Turki dilaporkan telah meluncurkan perburuan besar-besaran untuk menemukan pelaku.
Sementara itu, untuk sejumlah pihak yang diduga memiliki informasi mengenai pelaku saat ini sedang diinterogasi. Salah satunya adalah supir taksi yang membawa pelaku ke lokasi kejadian.
Dalam serangan yang terjadi pada saat malam pergantian tahun itu 39 orang tewas, dan lebih dari 50 orang menderita luka-luka. Sebagian besar korban dilaporkan adalah warga asing.
(esn)