Bentrok Kecil Warnai Gencatan Senjata Suriah
Jum'at, 30 Desember 2016 - 16:42 WIB
Bentrok Kecil Warnai Gencatan Senjata Suriah
A
A
A
BEIRUT - Gencatan senjata antara rezim Suriah dengan kelompok-kelompok utama pemberontak mulai terasa dampaknya pada Jumat (30/12). Meski masih ada sejumlah insiden kecil, namun secara garis besar gecatan senjata yang digagas oleh Rusia dan Turki itu bisa dikatakan berhasil hingga saat ini.
Setelah hampir enam tahun berada dalam kukungan konflik, warga sipil Suriah bisa sedikit tenang dengan diberlakukannya gencatan senjata ini. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, hanya muncul sejumlah bentrokan kecil yang tak menimbulkan korban jiwa warga sipil di hari pertama diberlakukannya gencatan senjata ini.
“Ada laporan kekerasan terisolasi, termasuk bentrokan di Provinsi Hama antara pasukan pemerintah dan kelompok ekstrimis,” sebut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Kelompok monitoring yang berbasis di Inggris itu juga menyatakan, ada korban di pihak pasukan rezim dalam bentrokan setelah tengah malam dengan pemberontak di dekat kota Mahardeh. Para pemberontak yang terlibat dalam bentrokan ini diyakini berasal dari faksi yang tidak menandatangani gencatan senjata dengan pemerintah Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga melaporkan adanya pelanggaran kecil lainnya, termasuk penembakan rudal tunggal oleh pasukan rezim di selatan Provinsi Daraa. Meski demikian, secara keseluruhan, tak ada bentrokan besar yang terjadi.
"Belum ada pelanggaran besar," kata Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman. "Sejak tengah malam sampai 8:00 am (0600GMT), tidak ada tercatat kematian warga sipil," tambahnya. Gencatan senjata itu sendiri disepakati oleh rezim Suriah dan pemberontak pada Kamis (29/1).
Setelah hampir enam tahun berada dalam kukungan konflik, warga sipil Suriah bisa sedikit tenang dengan diberlakukannya gencatan senjata ini. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, hanya muncul sejumlah bentrokan kecil yang tak menimbulkan korban jiwa warga sipil di hari pertama diberlakukannya gencatan senjata ini.
“Ada laporan kekerasan terisolasi, termasuk bentrokan di Provinsi Hama antara pasukan pemerintah dan kelompok ekstrimis,” sebut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Kelompok monitoring yang berbasis di Inggris itu juga menyatakan, ada korban di pihak pasukan rezim dalam bentrokan setelah tengah malam dengan pemberontak di dekat kota Mahardeh. Para pemberontak yang terlibat dalam bentrokan ini diyakini berasal dari faksi yang tidak menandatangani gencatan senjata dengan pemerintah Suriah.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga melaporkan adanya pelanggaran kecil lainnya, termasuk penembakan rudal tunggal oleh pasukan rezim di selatan Provinsi Daraa. Meski demikian, secara keseluruhan, tak ada bentrokan besar yang terjadi.
"Belum ada pelanggaran besar," kata Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman. "Sejak tengah malam sampai 8:00 am (0600GMT), tidak ada tercatat kematian warga sipil," tambahnya. Gencatan senjata itu sendiri disepakati oleh rezim Suriah dan pemberontak pada Kamis (29/1).
(esn)