Protes Resolusi DK PBB, Netanyahu Panggil Dubes AS untuk Israel
Senin, 26 Desember 2016 - 17:36 WIB
Protes Resolusi DK PBB, Netanyahu Panggil Dubes AS untuk Israel
A
A
A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya masih sangat kesal dengan Amerika Serikat (AS) terkait dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal permukiman ilegal di tanah Palestina. AS mengambil sikap abstain yang membuat resolusi itu akhirnya disahkan DK PBB.
Sebagai respon terbaru, Netanyahu dilaporkan telah memanggil Duta Besar AS untuk Israel, Daniel Shapiro. Melansir USA Today pada Senin (26/12), pemanggilan Shapiro ini untuk memprotes sikap AS di DK PBB.
Pemanggilan Shapiro ini dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS. "Dia (Shapiro) akan bertemu dengan Netanyahu pada sore nanti," kata Kemlu AS dalam sebuah pernyataan.
Selain Shapiro, Netanyahu juga memanggil 10 Duta Besar negara anggota DK PBB lainnya. Mereka adalahInggris, China, Rusia, Prancis, Mesir, Jepang, Uruguay, Spanyol, Ukraina dan Selandia Baru.
Sementara itu, sebagai bentuk penolakan atas resolusi tersebut Komite Perencanaan dan Pembangunan Israel di Yerusalem dilaporkan akan segera menyetujui rencana pembangunan pemukiman baru di tanah Palestina.Media Israel, Haaretz melaporkan 140 rumah rencananya akan didirikan di Pisgat Ze'ev, 262 di Ramat Shlomo dan 216 di Ramot. "Permintaan izin bahkan terus meningkat di Pisgat Ze'ev dan Ramot, dan komite kemungkinan akan menambah jumlah permukinan yang akan dibangun pada akhir pekan ini," bunyi laporan Haaretz.
Sebagai respon terbaru, Netanyahu dilaporkan telah memanggil Duta Besar AS untuk Israel, Daniel Shapiro. Melansir USA Today pada Senin (26/12), pemanggilan Shapiro ini untuk memprotes sikap AS di DK PBB.
Pemanggilan Shapiro ini dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri AS. "Dia (Shapiro) akan bertemu dengan Netanyahu pada sore nanti," kata Kemlu AS dalam sebuah pernyataan.
Selain Shapiro, Netanyahu juga memanggil 10 Duta Besar negara anggota DK PBB lainnya. Mereka adalahInggris, China, Rusia, Prancis, Mesir, Jepang, Uruguay, Spanyol, Ukraina dan Selandia Baru.
Sementara itu, sebagai bentuk penolakan atas resolusi tersebut Komite Perencanaan dan Pembangunan Israel di Yerusalem dilaporkan akan segera menyetujui rencana pembangunan pemukiman baru di tanah Palestina.Media Israel, Haaretz melaporkan 140 rumah rencananya akan didirikan di Pisgat Ze'ev, 262 di Ramat Shlomo dan 216 di Ramot. "Permintaan izin bahkan terus meningkat di Pisgat Ze'ev dan Ramot, dan komite kemungkinan akan menambah jumlah permukinan yang akan dibangun pada akhir pekan ini," bunyi laporan Haaretz.
(esn)