Pertama Kalinya, Warga Bartella Irak Rayakan Natal

Minggu, 25 Desember 2016 - 15:02 WIB
Pertama Kalinya, Warga...
Pertama Kalinya, Warga Bartella Irak Rayakan Natal
A A A
BARTELLA - Ratusan umat Kristen Irak di Bartella, sebuah kota dekat Mosul, berbondong-bondong merayakan Natal untuk pertama kalinya sejak 2013. Mereka merayakan Natal setelah ISIS berhasil diusir dari sebuah kota sebelah utara negara itu. Suka cita mereka bercampur dengan kesedihan atas penodaan gereja mereka.

ISIS mengosongkan ribuan rumah milik umat Assyrian Kristen di Bartella pada Agustus 2014 setelah wilayah itu jatuh ke tangan mereka. Pada bulan Oktober, pasukan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) berhasil merebut wilayah itu kembali.

"Ini adalah hari terbaik dalam hidup saya. Kadang-kadang saya pikir itu tidak akan pernah datang," kata Shurook Tawfiq, seorang ibu rumah tangga yang mengungsi ke kota Kurdi terdekat dari Erbil seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/12/2016),

Gereja rusak parah selama ISIS mengendalikan kota. Kelompok ekstrimis itu menurunkan salib patung-patung orang suci dirusak dan mimbar yang dibakar. Sebuah salib baru telah ditempel di atas kapel, sementara pohon Natal plastik penuh hiasan sekarang berdiri di dekat gerbang besar. Tentara berjaga-jaga di dekatnya dan sejumlah lainnya ditempatkan di atap.

Sebuah gemuruh lonceng meriah terdengar di atas kota, yang sebagian besar masih kosong, dengan banyak rumah runtuh akibat pertempuran yang berkobar dua bulan yang lalu. "Ini adalah campuran dari kesedihan dan kebahagiaan," kata Uskup Mussa Shemani sebelum merayakan Misa Malam Natal.

"Kami sedih melihat apa yang telah dilakukan ke tempat-tempat suci kami dengan negara kita sendiri, tetapi pada saat yang sama kami senang untuk merayakan Misa pertama setelah dua tahun," imbuhnya.

"Ini adalah awan gelap di Irak.Tapi kita akan tinggal di sini di negeri kita apa pun yang terjadi. Tuhan bersama kita," Uskup Shemani kepada majelis dalam khotbah Natal di Bartella.

Wilayah Niniwe merupakan salah satu pemukiman paling kuno Kristen selama hampir 2.000 tahun. Di Mar Shimoni, jemaat bernyanyi dan berdoa dalam bahasa Syriac, bahasa yang dekat dengan yang diucapkan oleh Yesus.

"Ini gereja tempat saya dibaptis, di mana saya dididik, di mana saya diajari iman. Seluruh kota akan datang ke gereja jika mereka memiliki sarana," kata Bahnam Shamanny, editor Bartelli al-Syriann, sebuah koran lokal bulanan.
(ian)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
14 menit yang lalu
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
2 jam yang lalu
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
4 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
5 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
8 jam yang lalu
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved