Saudi Serukan Setop Pembantaian Mengerikan di Aleppo

Minggu, 18 Desember 2016 - 04:29 WIB
Saudi Serukan Setop...
Saudi Serukan Setop Pembantaian Mengerikan di Aleppo
A A A
RIYADH - Arab Saudi yang merupakan pendukung oposisi atau pemberontak Suriah, pada hari Sabtu menyerukan penghentian tragedi kemanusiaan di Aleppo yang mereka sebut sebagai pembantaian mengerikan. Saudi menilai pasukan loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad melakukan kejahatan perang selama merebut Aleppo dari oposisi.

Seruan dari Riyadh ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui seorang pejabat yang dirilis kantor berita negara, SPA.

”Ini adalah tragedi kemanusiaan terburuk dari awal abad ke-21 yang berlangsung di depan mata masyarakat internasional,” tulis SPA mengutip pejabat kementerian itu.

”Pembantaian mengerikan yang dilakukan di Aleppo merupakan kejahatan perang terhadap kemanusiaan,” lanjut pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (18/12/2016).

Sejak krisis Suriah pecah, wilayah Aleppo terbagi menjadi dua bagian yang masing-masing dikuasai pasukan rezim Presiden Assad dan pasukan oposisi. Namun, pasukan rezim Suriah yang dibantu sekutunya—Rusia dan Iran—mulai pertengahan November telah merebut sebagian besar wilayah Aleppo timur yang dikuasai pasukan oposisi, hanya dalam hitungan minggu.

Operasi untuk mengevakuasi para pasukan oposisi dan warga sipil dari Aleppo timur sudah berlangsung dalam sejak Kamis lalu. Pejabat dari kedua belah pihak—oposisi dan rezim Suriah—menyatakan bahwa kesepakatan baru sedang dinegosiasikan untuk menyelesaikan evakuasi warga sipil dari Aleppo timur.

Arab Saudi sebelumnya menuduh rival regionalnya, Iran, telah ikut campur dalam urusan internal di negara-negara lain, termasuk Suriah, untuk memperluas pengaruhnya di dunia Arab.

Sementara itu, sumber di pemerintah Saudi mengatakan Riyadh telah melakukan kontak dengan negara-negara kekuatan regional dan internasional.”Menekankan pentingnya mengambil tindakan segera untuk menghentikan pembantaian di Aleppo,” kata sumber itu.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
59 menit yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
2 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved