Duterte Pecat 2 Pejabat Korup dan Rebut Aset Taipan Pengemplang Pajak

Minggu, 18 Desember 2016 - 03:36 WIB
Duterte Pecat 2 Pejabat...
Duterte Pecat 2 Pejabat Korup dan Rebut Aset Taipan Pengemplang Pajak
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Sabtu memecat dua pejabat yang terlibat korupsi dan merebut atau menyita aset seorang taipan pengemplang pajak. Ini merupakan gebrakan baru Duterte setelah dia membuat pengakuan kontroversi yakni membunuh tiga penjahat dengan tangannya sendiri di masa lalu.

Duterte yang terpilih sebagai Presiden Filipina pada Mei lalu sudah bersumpah untuk membersihkan negaranya dari narkoba, penjahat dan koruptor. Perang melawan narkoba sudah dia kobarkan dengan korban tewas menembus lebih dari 5 ribu jiwa.

“Saya katakan sebelumnya bahwa korupsi tidak akan memiliki tempat di dalam pemerintahan saya,” katanya, seperti dikutip Reuters, Minggu (18/12/2016).

”Konsisten dengan kampanye pemilu, saya telah memerintahkan pemecatan dua (pejabat dari) Biro Imigrasi yang sekarang terlibat korupsi,” kata Duterte tanpa menyebut nama kedua pejabat itu.

Kendati demikian, media lokal mengungkap bahwa kedua pejabat yang dipecat itu adalah Al Argosino dan Michael Robles. Keduanya dituduh memeras hingga P50 juta atau sekitar Rp13,3 miliar dari bisnis perjudian milik taipan Jack Lam.

Taipan itu juga jadi target Duterte karena diduga tidak membayar pajak kepada pemerintah. Dalam konferensi pers terkait pemecatan dua pejabatnya yang korupsi, Duterte tegaskan bahwa aset taipan itu juga disita.

”Saya akan eksekusi semua asetnya,” kata Duterte.”Semua (asetnya), mengapa? Dia mengkhianti kita.”

”Jadi dalam kasus yang Anda ingin tahu apa yang akan terjadi, saya eksekusi, (saya) memerintahkan eksekusi dari aset-aset dan mungkin saya bisa mendapatkan sebanyak yang saya inginkan,” imbuh Duterte.

Presiden Duterte mencatat bahwa Lam hanya membayar 1 persen dari kewajiban pajak, sedangkan para pengusaha lainnya membayar 10 persen.

”Saat orang lain membayar 10 persen, Anda (Lam), bertahun-tahun, ketika Anda berbicara di depan umum, itu seolah-olah semua orang di pemerintah itu ada di saku Anda. Itu sebabnya saya memerintahkan penangkapannya,” ujar Duterte.

Keberadaan Lam saat ini tidak diketahui. Pengacaranya di Filipina sebelumnya telah membantah tuduhan terhadap Lam.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved