China Tetapkan Status Siaga Polusi Udara

Sabtu, 17 Desember 2016 - 09:18 WIB
China Tetapkan Status...
China Tetapkan Status Siaga Polusi Udara
A A A
BEIJING - Pemerintah Beijing telah menetapkan siaga merah terhadap polusi yang telah berlangsung selama lima hari. Beijing telah diselimuti kabut asap beracun terhitung sejak Rabu lalu. Pemerintah setempat juga menutup sekolah, menarik ribuan kendaraan dari jalan dan memberitahun warga untuk tinggal di dalam rumah.

"Asap menyerang Beijing," cuit kantor berita Xinhua, di samping merilis video timelapse kedatangan pejabat kota yang secara kontroversial memutuskan sebagai bencana meteorologi seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (17/12/2016).

Sebuah tweet kedua dari Xinhua menunjukkan langit menghitam pada Jumat lalu karena udara beracun menyapu ke kota sebelah utara China yang dihuni 21 juta warga.

Kementerian Perlindungan Lingkungan China melaporkan bahwa 21 kota-kota lain di seluruh utara dan China tengah juga telah dinyatakan masuk dalam zona merah. Kota-kota itu termasuk Tianjin, Shijiazhuang, Taiyuan dan Zhengzhou.

Menurut juru kampanye iklim dan energi yang berbasis di Beijing untuk kelompok lingkungan Greenpeace, Dong Liansai mengatakan, pembangkit listrik berbahan bakar batu bara menjadi penyebab polusi yang luar biasa parah.

"Batubara adalah sumber nomo satu," kata Dong, memperingatkan bahwa kabut asap yang mengandung partikulat udara kecil yang dikenal sebagai PM2.5. Unsur PM2.5 dikaitkan dengan berbagai efek yang merugikan kesehatan termasuk kanker paru-paru, asma dan penyakit jantung.

Dong mengatakan deklarasi zona merah adalah langkah positif yang akan membantu sementara mengurangi emisi dan tingkat polusi. "Tapi ini hanya ukuran jangka pendek. Jika Anda ingin memecahkan masalah polusi udara maka Anda benar-benar harus memiliki kebijakan jangka panjang," katanya.

"Dan mengingat bahwa batubara merupakan sumber nomor satu kita benar-benar merekomendasikan mengakhiri secara nasional konsumsi batubara yang akan membantu mempercepat transisi dari batu bara," imbuhnya.

Dong juga mendesak penduduk di daerah yang terkena zona merah terbaru untuk membatasi interaksi mereka dengan kabut asap. Tinggal di dalam ruangan dengan pembersih udara adalah pilihan yang bijak."Cobalah untuk meminimalkan kegiatan di luar ruangan Anda dan, jika Anda benar-benar perlu untuk pergi keluar, memakai masker yang tepat untuk melindungi diri sendiri," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
47 menit yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
1 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
3 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
4 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
5 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved