Akui Lakukan Pembunuhan, Oposisi Minta Duterte Dimakzulkan

Kamis, 15 Desember 2016 - 21:36 WIB
Akui Lakukan Pembunuhan,...
Akui Lakukan Pembunuhan, Oposisi Minta Duterte Dimakzulkan
A A A
MANILA - Pihak oposisi Filipina meminta agar Parlemen memakzulkan Presiden Rodrigo Duterte. Permintaan ini muncul setelah Duterte mengakui dia telah membunuh seorang pengedar narkoba dengan tangannya sendiri.
Permintaan tersebut disampaikan oleh politisi oposisi senior, sekaligus kritikus paling keras pemerintahan Duterte, Senator Leila De Lima. De Lima menyatakan, Duterte telah melakukan kejahatan berat, oleh karena itu ia harus dimakzulkan.
"Ini adalah pembunuhan massal. Kejahatan tingkat tinggi adalah dasar untuk memakzulkan (Duterte) di bawah konstitusi," kata De Lima dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CNN pada Kamis (15/12).
"Kami, warga Filipina takut akan Tuhan, karena kami adalah negara Katolik. Dan, oleh karena itu kita semua tahu pembunuhan adalah hal yang buruk, hal yang sangat gila. Membunuh adalah melawan hukum manusia dan hukum Tuhan," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Duterte mengaku pernah membunuh tersangka kasus narkoba dengan tangannya sendiri saat dia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao. Duterte membuat pengakuan itu di depan forum bisnis pada Senin malam.
Duterte menceritakan, saat menjabat sebagai Wali Kota Davao, dia mengendarai sepeda motor besar mirip Harley Davidson untuk berpatroli di jalan-jalan. Saat patroli itulah, dia berkelahi, memburu dan membunuh tersangka kasus narkoba.
Saat itu, ia mengatakan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang dilemparkan kepadanya oleh kelompok-kelompok HAM lokal dan internasional tidak akan menghentikannya dalam perang melawan narkoba.
”Jika saya takut (dan) berhenti karena hak asasi manusia, maaf, saya tidak akan melakukan itu,” ucapnya. ”Anda (ingin) menangkap saya? Menggulingkan saya? Silakan. Begitu halus. Menggulingkan saya? Baik. Membunuh saya? Lebih baik. (Lagi pula) saya memiliki migrain ini setiap hari,” kata Duterte.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
41 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved