Habiskan Rp45,7 M Transferan Nyasar Bank, Mahasiswi Cantik Klaim Tak Salah
Rabu, 14 Desember 2016 - 02:29 WIB
Habiskan Rp45,7 M Transferan Nyasar Bank, Mahasiswi Cantik Klaim Tak Salah
A
A
A
SYDNEY - Mahasiswi cantik asal Malaysia yang tinggal di Australia, Christine Jiaxin Lee, 21, mengaku tidak bersalah atas tuduhan menghabiskan 4,6 juta dolar Australia atau sekitar Rp45,7 miliar uang bank. Sebab, pihak bank sendiri yang bertindak salah dengan keliru mantransfer ke rekeningnya.
Lee membela diri atas tuduhan terhadap dirinya di sebuah pengadilan Downing Centre, di Sydney pada hari Selasa.
Pengacaranya Hugo Aston, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa tim kuasa hukum sudah semangat untuk membela mahasiswi tersebut. Lee ditangkap atas polisi Australia tuduhan memperoleh keuntungan finansial dengan melakukan penipuan terhadap bank.
Tapi, Lee merasa tidak pernah menipu. ”Kami merasa yakin klien kami akan dibebaskan," kata Aston.
Demi memberikan dukungan, keluarga Lee juga terbang dari Malaysia ke Sydney. ”Keluarganya sepenuhnya mendukung dia. Kami tim yang sangat bersatu,” ujar Aston, yang dikutip Rabu (13/12/2016).
Aston mengatakan Lee berencana untuk pulang ke Malaysia setelah kasus tersebut dituntaskan.
Pada bulan Agustus 2012, Lee membuka rekening di Westpac Bank. Namun, pihak bank itu telah keliru mentransfer dana ke rekening Lee dalam bentuk cerukan tak terbatas.
Mahasiswi teknik kimia yang telah tinggal di Australia selama lima tahun terakhir, diduga membelanjakan uang dari transferan bank yang keliru untuk tas mewah, sepatu dan yang lainnya. Dia ditangkap Mei lalu di Bandara Sydney saat hendak naik pesawat ke Malaysia.
Lee membela diri atas tuduhan terhadap dirinya di sebuah pengadilan Downing Centre, di Sydney pada hari Selasa.
Pengacaranya Hugo Aston, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa tim kuasa hukum sudah semangat untuk membela mahasiswi tersebut. Lee ditangkap atas polisi Australia tuduhan memperoleh keuntungan finansial dengan melakukan penipuan terhadap bank.
Tapi, Lee merasa tidak pernah menipu. ”Kami merasa yakin klien kami akan dibebaskan," kata Aston.
Demi memberikan dukungan, keluarga Lee juga terbang dari Malaysia ke Sydney. ”Keluarganya sepenuhnya mendukung dia. Kami tim yang sangat bersatu,” ujar Aston, yang dikutip Rabu (13/12/2016).
Aston mengatakan Lee berencana untuk pulang ke Malaysia setelah kasus tersebut dituntaskan.
Pada bulan Agustus 2012, Lee membuka rekening di Westpac Bank. Namun, pihak bank itu telah keliru mentransfer dana ke rekening Lee dalam bentuk cerukan tak terbatas.
Mahasiswi teknik kimia yang telah tinggal di Australia selama lima tahun terakhir, diduga membelanjakan uang dari transferan bank yang keliru untuk tas mewah, sepatu dan yang lainnya. Dia ditangkap Mei lalu di Bandara Sydney saat hendak naik pesawat ke Malaysia.
(mas)