Muslim Rohingya Dianiaya, Reputasi Pemerintah Suu Kyi Dipertaruhkan

Rabu, 30 November 2016 - 06:34 WIB
Muslim Rohingya Dianiaya,...
Muslim Rohingya Dianiaya, Reputasi Pemerintah Suu Kyi Dipertaruhkan
A A A
NEW YORK - Reputasi pemerintah Myanmar yang secara de facto dipimpin Aung San Suu Kyi sedang dipertaruhkan terkait tuduhan penganiayaan militer terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine. Hal itu disampaikan penasihat khusus PBB, Adama Dieng.

Kekerasan di Rakhine telah memaksa ratusan warga Muslim Rohingya melarikan ke Banglades dengan menyeberangi perbatasan. Krisis Rohingya juga menjadi tantangan serius bagi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Suu Kyi, yang telah berjanji melakukan rekonsiliasi nasional jika berkuasa.

Dieng, penasihat khusus PBB untuk pencegahan genosida, mengatakan tuduhan kekerasan terhadap komunitas Rohingya oleh militer harus segera diverifikasi. Dia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka akses ke Rakhine.

”Jika mereka (tuduhan dari warga Rohingya) benar, kehidupan ribuan orang berisiko. Reputasi pemerintah baru Myanmar dan kekuatan militernya juga dipertaruhkan dalam hal ini,” katanya, seperti dikutip Reuters, Rabu (30/11/2016).

”Myanmar harus menunjukkan komitmennya untuk (menegakkan) hukum dan menjamin hak asasi manusia dari semua populasi. Ini tidak bisa berharap bahwa tuduhan serius seperti itu diabaikan,” ujarnya.

Kekerasan terbaru di Rakhine terjadi setelah pos-pos polisi perbatasan diserang orang-orang bersenjata tak dikenal yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober 2016 lalu. Serangan itu direpons militer dengan melakukan operasi di wilayah negara bagian Rakhine.

Para warga Rohingya menuduh para tentara Myanmar membakar desa, memperkosa dan membunuh warga sipil. Pemerintah Myanmar menyangkalnya. Namun, bukti citra satelit menguatkan tuduhan dari warga Rohingya.

”Pemerintah perlu, untuk menemukan solusi berkelanjutan untuk situasi Muslim Rohingya, komunitas agama dan etnis minoritas lainnya di Myanmar, solusi yang secara penuh sesuai dengan standar HAM internasional di mana pemerintah telah berjanji untuk menghormatinya,” imbuh Dieng.
(mas)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
10 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved