Wisconsin Setuju Lakukan Penghitungan Ulang

Minggu, 27 November 2016 - 02:26 WIB
Wisconsin Setuju Lakukan...
Wisconsin Setuju Lakukan Penghitungan Ulang
A A A
WASHINGTON - Dewan pemilihan Wisconsin setuju untuk melakukan penghitungan ulang hasil pemilu presien (pilres) lalu di seluruh negara bagian. Sebelumnya calon presiden dari Partai Hijau Jill Stein meminta Wisconsin dan dua negara bagian lain, Michigan dan Pennsylvania, untuk melakukan penghitungan ulang hasil pilpres.

"Proses penghitungan ulang, termasuk pemeriksaan dengan tangan dari hampir 3 juta surat suara yang ditabulasikan di Wisconsin, diharapkan di mulai akhir pekan depan setelah kandidat Partai Hijau Jill Stein membayar biaya yang diperlukan," kata komisi pemilihan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/11/2016).

Menurut komisi pemilihan Wisconsin, batas waktu penghitungan ulang adalah 13 Desember. Lembaga itu juga belum menetapkan biaya yang dibutuhkan untuk melakukannya.

Sebelumnya, Jill Stein mengatakan bahwa ia berusaha untuk memverifikasi integritas dari sistem voting AS namun bukan untuk membatalkan kemenangan Trump. Stein mengatakan meskipun tidak ada bukti sabotase atau kesalahan voting dalam pemilu, namun hanya review menyeluruh atas hasil dari tiga negara yang dipermasalahkan akan meyakinkan AS.

"Ini adalah saringan terhadap peretasan pemilu," kata merujuk ke berbagai serangan cyber sebelum pemilu yang terjadi pada organisasi politik dan aku email pribadi.

Usaha yang dilakukan oleh Stein ini memberikan secercah harapan bagi pendukung Hillary Clinton. Meski begitu, kesempatan untuk membalikkan hasil keseluruhan dari pemilu 8 November lalu dianggap sangat tipis, bahkan jika semua tiga negara setuju untuk melakukan penghitungan ulang.

Pemilihan presiden ditentukan oleh Electoral College, berdasarkan penghitungan kemenangan dari negara-negara bagian, bukan oleh suara nasional populer. Hasil Electoral College diharapkan akan selesai pada 19 Desember mendatang.

Trump telah melampaui 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk menang, meskipun Clinton akan memenangkan suara populer nasional dengan lebih dari 2 juta surat suara setelah penghitungan akhir.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
43 menit yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
1 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
2 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
4 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
5 jam yang lalu
Infografis
Eks Menhan Zionis: Israel...
Eks Menhan Zionis: Israel Lakukan Pembersihan Etnis di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved