Duterte: Saya Bisa Menjadi Teman untuk Trump
Kamis, 17 November 2016 - 08:15 WIB
Duterte: Saya Bisa Menjadi Teman untuk Trump
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterten mengaku bisa menjadi teman bagi Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru terpilih Donald Trump. Namun Duterte menegaskan ia akan menjadi teman bagi siapa pun, termasuk Trump, selama tidak menyinggung masalah hak asasi manusia atau topik yang bisa memicu kemarahannya.
"Kami tidak memiliki permasalahan apapun. Saya selalu bisa menjadi teman kepada siapa pun terutama untuk seorang presiden, seorang eksekutif kepala negara lain selama ia tidak ikut campur dalam hak asasi manusia," kata Duterte seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2016).
Dalam kesempatan itu, Duterte juga meyakini jika Trump bisa bersikap adil terhadap pekerja yang tidak memiliki dokumen. Ia tidak menyalahkan jika Trump mengambil tindakan tegas terhadap imigran ilegal. Sekedar informasi, sebagian besar warga Filipina diyakini bekerja secara ilegal di AS dan pengiriman uang dari mereka yang bekerja di sana setara dengan 3 persen dari PDB negara itu.
"Saya percaya ia akan bersikap adil dalam mengambil keputusan untuk menangani imigran ilegal. Saya tidak bisa bicara tentang legalitas karena, apakah Presiden Trump atau orang lain dalam hal ini, ilegal akan selalu ilegal," katanya.
Sikap hangat yang ditunjukkan oleh Duterte ini sangat berbeda dengan apa yang ditunjukkannya kepada Obama. Duterte kerap mengeluarkan kata-kata kasar setelah Obama mengungkapkan keprihatinannya terhadap korban tewas akibat peran narkoba yang dilakukan Duterte.
"Kami tidak memiliki permasalahan apapun. Saya selalu bisa menjadi teman kepada siapa pun terutama untuk seorang presiden, seorang eksekutif kepala negara lain selama ia tidak ikut campur dalam hak asasi manusia," kata Duterte seperti dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2016).
Dalam kesempatan itu, Duterte juga meyakini jika Trump bisa bersikap adil terhadap pekerja yang tidak memiliki dokumen. Ia tidak menyalahkan jika Trump mengambil tindakan tegas terhadap imigran ilegal. Sekedar informasi, sebagian besar warga Filipina diyakini bekerja secara ilegal di AS dan pengiriman uang dari mereka yang bekerja di sana setara dengan 3 persen dari PDB negara itu.
"Saya percaya ia akan bersikap adil dalam mengambil keputusan untuk menangani imigran ilegal. Saya tidak bisa bicara tentang legalitas karena, apakah Presiden Trump atau orang lain dalam hal ini, ilegal akan selalu ilegal," katanya.
Sikap hangat yang ditunjukkan oleh Duterte ini sangat berbeda dengan apa yang ditunjukkannya kepada Obama. Duterte kerap mengeluarkan kata-kata kasar setelah Obama mengungkapkan keprihatinannya terhadap korban tewas akibat peran narkoba yang dilakukan Duterte.
(ian)