Sebut Trump Penyebar Kebencian, Menlu Jerman Ogah Minta Maaf

Sabtu, 12 November 2016 - 06:39 WIB
Sebut Trump Penyebar...
Sebut Trump Penyebar Kebencian, Menlu Jerman Ogah Minta Maaf
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman menolak untuk meminta maaf kepada presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah menyebutnya sebagai penyebar kebencian. Sementara para pemimpin dunia telah memberikan ucapan selamat kepada Trump, Frank-Walter Steinmeier bersikukuh pada sikapnya.

Dalam video wawancara politisi Jerman itu ditanya langsung apakah dia akan meminta maaf kepada Trump karena saat ini ia harus bekerja bersamanya dalam urusan dunia. Alih-alih menjawab pertanyaan itum, Steinmeier justru mengabaikan pertanyaan itu.

"Kami mungkin pernah mengalami kampanye pemilu, terutama di AS, tapi saya juga tidak ingat kampanye pemilu Eropa, di mana celah antara kandidat politik digali begitu dalam dan di mana konfrontasi itu begitu keras, sehingga pantang menyerah dan tak kenal ampun selama kampanye pemilu ini," katanya seperti dikutip dari laman Express, Sabtu (12/11/2016).

Pada bulan Agustus lalu Steinmeier mengatakan politisi sayap kanan populis di Eropa dipersatukan oleh satu hal: "Mereka membuat politik dengan ketakutan." Steinmeier menambahkan hal yang sama diterapkan sama para penyebar kebencian, seperti Donald Trump pada saat ini di AS.

Tapi meskipun Trump akhirnya terpilih menjadi presiden AS, Stenmeier terus menghindari pertanyaan apakah ia akan meminta maaf.

"Banyak kebencian terlibat di sana dan saya percaya bahwa ini adalah kesan bahwa saya berbagi dengan banyak orang lain. Jika saya berpikir kembali ke banyak percakapan dengan rekan-rekan saya di Eropa yang sama jengkelnya, yang menggelengkan kepala. Tapi juga terutama khawatir tentang pertanyaan tentang bagaimana masyarakat bisa kembali bersama setelah kampanye pemilu tersebut dan saya percaya ini adalah salah satu tantangan besar yang presiden Trump akan hadapi, yang terpilih," katanya.

Steinmeier mengatakan ia menerima hasil pemungutan suara hari Selasa dan mengakui jika Amerika "tetap penting". Dia mengatakan dia akan mencari cara untuk bekerja sama dengan Trump, meskipun berulang kali gagal untuk meminta maaf atas komentarnya yang meremehkan.

Pernyataan ini muncul setelah Kanselir Jerman Angela Merkel ditawarkan Trump sebuah "kemitraan yang erat" dengan Jerman.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
10 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
36 menit yang lalu
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 jam yang lalu
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
2 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
2 jam yang lalu
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
4 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved